Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
Bagas menyeka keringat di dahinya lalu menghampiriku, "Maaf ya Kak jadi nunggu lama. Maaf juga keadaannya rumah dan toko saya seperti ini, berantakan banget."
"Gak apa-apa, Gas. Jadi kamu punya kerja sampingan service ya?" tanyaku membuka percakapan.
"Iya, Kak. Lumayan buat tambahan biaya kuliah sehari-hari biar gak membebani orang tua. Oh ya, maaf ya Kak, Kakak mau minum apa nih? Biar saya ambilkan ke dalam," tawar Bagas.
"Gak usah, Gas, makasih banyak. Aku jai gak enak, ngerepotin kamu siang-siang gini," ujarku.