Candu Dekapan Kakak Ipar
Satya menarik napas panjang, bersiap membuka suara—namun belum sempat satu kata pun keluar, ponsel di atas meja kerjanya bergetar.
Layar menyala, menampilkan satu nama. Radja.
Satya melirik sekilas, lalu mematikan layar ponselnya tanpa mengangkat panggilan itu. Ia kembali menatap Djiwa, seolah tak ada interupsi barusan.
“Kamu sadar apa konsekuensinya kalau kamu pergi?” tanya Satya serius.
Djiwa mengangguk cepat. “Djiwa siap. Djiwa mau pergi jauh ke negara, di mana gak ada satu pun yang bisa menemukan Djiwa. Tolong bantuannya.”