Pura-Pura Amnesia
"Bukankah sudah kukatakan jika itu kau, maka tak ada yang bisa kulakukan untuk menahan diriku lagi, Sayang. Aku mengaku kalah padamu"
Amanda tertawa puas. "Yeah, aku tahu, tapi bukan hanya pria, wanita pun bisa memikirkan hal-hal seperti itu, Sayang. Dan fantasi kami, walau mungkin saja tak sebanding dengan apa yang pria pikirkan, tapi semua wanita normal setidaknya akan tergoyahkan oleh satu pria yang mampu menggetarkannya."
"Oh, benarkah? Ayolah Sayang, apa kau sedang menulis sebuah novel? Apa kau kini sedang membuatku seperti objek pria imajiner yang sering dibayangkan wanita dalam drama-drama atau pun kisah novel?"