Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

tanya ibu itu. Setelah menyampaikan maksud kedatanganku, ibu itu menyambut lebih ramah. Beliau juga memanggilkan suaminya yang berada di belakang rumah. Belakang rumah mereka sentra pengrajin *dadak merak dan *ganongan. "Loh sampean putra dan putrinya Abah Furqon yang mengisi tabligh akbar itu?" tanya ibu itu. "Enggeh Bu, iya benar saya putrinya! Nama saya Sifa ini adik saya Hafiz," jawabku memperkenalkan diri.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Baca Semua Ulasan
Menikah Dengan Sepupu

Menikah Dengan Sepupu

"Gitu, ya, Bu?" "Iya. Imam kan anak pertama Ibu. Kehamilannya cukup merepotkan saat itu." Diakhir kalimatnya ibu Imam mengekeh kecil. Merasa lucu sekaligus miris jika ingat itu. Salsa ikut tersenyum mendengarnya.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Baca
+Pustaka
Iblis Itu Suamiku

Iblis Itu Suamiku

‘Entah, apa yang direncanakan Tuhan sampai memanggil satu-satunya malaikat yang mencintaiku itu. Aku melihat Ibu di ujung meja berdiri membawa sapu tangan dengan mata berkaca memimpin doa untuk ayah, tak lupa ia juga memberikan sedikit pidato kecil berisi ungkapan hatinya yang merasa kesepian, begitu katanya. Sementara aku sendiri tidak dapat mengangkat wajahku dan hanya menunduk menggenggam jemari Sebastian yang ada di sampingku.
1016.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Audreana Ivy
Halo my beloved readers, update agak lama yaa krna Ivy sakit (coped coba saya :)) jadi buku ini akan update agak lebih lama mungkin Buat teman2 semua jgn lupa jaga kesehatan ya … cuci tangan, pake masker jaga kebersihan. Stay save all. Tenang Sebastian gak akan lama menghilang wkwkw^^
fans j-hope bts
alurnya Uda bagus gak bertele2 smoga kedepannya cerita ini ttp konsisten dgn alur yg padat dan jls. walaupun ada konflik tp bakalan ttp seru dan gak ngebosenin klo alurnya gak bertele2. btw aku nungguin updatenya kak. suka sm ceritanya
Baca Semua Ulasan
Pesona Istri Yang Kuabaikan

Pesona Istri Yang Kuabaikan

papar Syifa. "Aku yang akan jadi imam sholatnya." Syifa mengerutkan keningnya. Mungkin heran dengan apa yang aku katakan. "Husniah yang mengajariku bacaannya, dan tata caranya. Dulu saat kakek belajar banyak hal dengan sepupuku itu, aku ikut belajar dengannya." Aku menjelaskan tanpa diminta.
9.9947.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35.1K kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Tampilkan Ulasan (171)
Baca
+Pustaka
DA DM
Cerita ini berbeda dengan cerita romansa yg lain yg kdg menonjolkan adegan2 panas hanya untuk menarik pembaca,, cerita ini dikemas manis,menyentuh, dan sopan. membayangkan cerita ini diangkat mjd film, dan ost. nya lagu *penjaga hati*.....sukses ya author,,
Husmiati Abdullah
setiap babnya selalu bikin penasaran membaca bab selanjutnya, ini bisa jadi pelajaran bahwa kecantikan yang hakiki itu adalah sikap dan akhlak, banyak orang berpendapat bahwa cantik secara fisik itu segalanya tetapi cantik yang sebenarnya adalah kecantikan jiwa dan ruhnya
Baca Semua Ulasan
Terjebak Hasrat Dua Tuan Muda Dewangga

Terjebak Hasrat Dua Tuan Muda Dewangga

Kata-kata Bi Sumi seperti air dingin yang menyiram api di hatinya, namun abu dendam itu masih terasa panas. Syifa merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis di kamar pelayan itu, sisa-sisa amarahnya menguap menjadi kelelahan yang luar biasa. Di sinilah ibunya menghabiskan sebagian besar hidupnya—mengabdi pada keluarga Dewangga hingga sering tak sempat pulang ke kontrakan mereka. ​Tok... tok... ​Ketukan pintu itu berat dan berirama. Tanpa melihat pun, Syifa tahu siapa yang berdiri di sana.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Baca
+Pustaka
MAHAR 2 JUTA

MAHAR 2 JUTA

"Bukankah Ayman tadi sudah menjelaskan Bu? Saya tak bisa memaksanya karena Ayman juga sudah mempunyai istri. Kalaupun Ibu tetap keukeh dengan keinginan Ibu, Ayman juga akan tetap dengan pendiriannya. Saya mohon Ibu mengerti dan memahaminya." "Kalau begitu saya pamit, permisi." Mamanya Sifa langsung keluar begitu saja dengan menarik tangan suaminya. Sifa yang melihat kedua orang tuanya itu merasa malu sendiri. Di depan pak Kiai dia terkenal dengan santri yang aktif dan sangat sopan juga ramah. Namun berbanding terbalik dengan perlakuan ibunya. "Pak Kiai, saya mohon ijinnya untuk pulang ke rumah bersama istri saya." Pamit Ayman.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Baca
+Pustaka
MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN

MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN

jawab Syifa, sedikit canggung. “Masya Allah, semoga sehat ya, nanti pas lahiran juga lancar. Ibu dan bayinya selamat,” ucap ibu itu dengan hangat. “Saya jadi ingat anak saya, dia juga lagi hamil. Tapi sekarang tinggal jauh, ikut suaminya pindah kerja.” Syifa mengangguk lagi. Diam. Mendengarkan saja. “Nah, kalau Teteh sendiri tinggal di sini sama suami? Mana suaminya?” tanya ibu itu sambil celingukan ke arah luar masjid.
1017.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Baca
+Pustaka
Kiriman Fitnah dari Sahabat Tak Amanah

Kiriman Fitnah dari Sahabat Tak Amanah

Ya, dari kebaikan mereka lah aku bisa hidup di pesantren hingga lima tahun lamanya. Pagi itu, ketika semua santriwati tengah bergotong royong membersihkan halaman pesantren, Mbak Syifa-seorang Khadimah atau santri yang mengabdi di rumah Kyai mendatangiku dan menyampaikan sepucuk surat dari orang yang tengah berdiri di tengah warga. Dia adalah Gus Afif, anak sulung Kyai Husein dan Umi Fatimah. “Neng Afifah, ana hendak berta'aruf denganmu, tolong diterima niat baik ana.”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Baca
+Pustaka
Seranjang Dengan Duda Arogan

Seranjang Dengan Duda Arogan

Bi Imah merasa kasihan kepada Syafana dan Sadam yang di tinggal Kanaya, tetapi karena ia juga mendengar saat Salman membentak Kanaya mengatakan Kanaya wanita pembawa sial, jadi dia juga merasa kasihan pada Kanaya dan memaklumi tindakannya. "Kasihan kamu, Nak. Masih sekecil ini sudah di tinggal ibumu, tapi bibi juga gak bisa nyalahin ibumu sebab dia pergi karena membawa hatinya yang hancur," ucap bi Imah seraya mengusap lembut pipi bayi itu. Sementara di sisi lain, Salman mengajak Syafana sarapan bubur ayam di sebuah kedai. Syafana terdiam rasanya tak nafsu untuk makan makanan tersebut.
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 608 kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Baca
+Pustaka
RAHASIA IBU

RAHASIA IBU

Allah sangat adil, kesengsaraan 18 tahun, ia bayar dengan memberikan seorang imam yang baik untuk putriku. “Kita makan dulu, Ayah yang traktir.” Kuhentikan mobil di sebuah restoran mewah yang dulu menjadi tempat favorit bersama keluargaku; Jovita, Clarisa dan Kevin. Aku sengaja memilih tempat terbaik dengan pemandangan yang indah. Makanan di sini sangat mahal untuk kantongku yang sekarang, tetapi sebanding dengan cita rasa yang diberikan.
1054.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kisah imam syafi'i dan ibunya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status