Suami yang Tak Sempurna
Namun, dahinya mengerut saat melihat nama si pengirim pesan.
Siska : Pak Arga, boleh minta bantuannya Pak? Saya bingung karena tidak punya persediaan pembalut.
Arga mengerutkan dahinya dengan pesan Siska tersebut. Berulang kali ia bahkan terus membaca pesan tersebut, berulang kali pula Arga seakan bergelut dengan pemikirannya. Harusnya hal ini sangat tidak etis bukan? Seorang perempuan yang bukan mahram, meminta bantuan tentang hal-hal pribadi seperti ini. Namun, Arga hanya mengambil sisi postifinya, mungkin Siska hanya spontan, mengingat tadi sebelum gadis itu ke kamar mandi untuk mengecek keadaanya, hanya Arga yang tahu apa yang sedang dialaminya. Hingga akhirnya ia pun memutuskan apa yang
ตอนยอดนิยม