Sangkar Emas Sang Putri Tawanan
Atau Henrik, pria berusia lima puluhan dengan rambut setengah memutih yang bertugas mengantarkan makanan.
Kaia mulai mencari cara untuk melarikan diri, mengamati setiap sudut ruangan, berharap menemukan celah. Dinding-dinding kokoh berdiri mengelilingi mereka, membatasi langkah dan harapan. Jendela kaca besar yang terlihat menjanjikan pada awalnya ternyata berakhir dalam kekecewaan. Kaca itu terlalu tebal, tak mempan meski dihantam berkali-kali, dan pemandangan dari sana hanya memperlihatkan ketinggian yang mengerikan, seolah mengingatkan mereka betapa jauh jarak kebebasan. Satu-satunya pintu keluar tetap terkunci rapat dari luar. Setiap kali dibuka, pintu itu terasa seperti cermin nasib mer
Hot Chapters