Misteri Mayat Sahabat-Sahabatku
Bangunan apik bertema tradisional dari kayu oak yang terkesan sangat kokoh dan sejuk, pintu geser dari kayu dan kaca yang mengingatkanku pada shoji; pintu geser dari jepang yang biasanya terbuat dari kain washi.
Namun, cottage itu gelap, aku dan Ray telah turun diikuti oleh Albert dan kawannya yang ternyata sudah siuman. Mobil sengaja kami tinggalkan di pinggir jalan, tak masuk ke dalam villa. Sambil mengamati, kami berjalan dengan hati-hati. Karena gelap, beberapa pecahan kaca terinjak oleh sepatuku dengan bunyi gemeretek yang khas, saat itulah kami melihat pot-pot bunga yang berantakan, bahkan ada yang tercerabut dari akarnya. Kami berempat saling pandang lalu dengan cepat bergerak mengint
Hot Chapters