Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

MENCIUM AROMA KETIDAKBERESAN! "Peningkatan kelas pesawat itu memberi kursi yang besar lebar dan lebih nyaman, kita akan naikkan levelnya, Bu. Sekarang kan Ibu di kelas ekonomi, akan kita up ke kelas bisnis," ucap pramugari.
1049.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
ISTRI GLOWING SUAMI KELING

ISTRI GLOWING SUAMI KELING

tanyanya lagi. "Buat apaan kursi mainan, Bang. Kursi beneran lah!" sahut Jaka. Sontak Bang Ari tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Jaka. "Bikin kursi pakai kayu itu mah sekali duduk juga roboh, Jaka!" ucap Bang Ari meremehkan. "Ahh, belum dicoba mana tau," sahut Jaka optimis. "Ya, terserah kamu. Ambil saja kalau mau," ucap Bang Ari sambil mengangkat bahu.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Assalamualaikum, Ex-Husband!

Assalamualaikum, Ex-Husband!

Aku bergerak seperti kamera Bang Napi, merekam setiap momen. Aku duduk di depan mejanya. Ada kursi yang khusus dipakai tamu. Tapi, kursi ergonomis ini begitu tinggi, sampai ujung-ujung jari-jari kakiku tak menyentuh lantai. Aku menggeser bokong lebih ke dalam kursi yang empuk. Aku seperti anak kecil. Mejanya terasa sekali versi laki-laki. Ada post it biru. Ia memiliki pensil runcing berjumlah lima, dan empat bolpoin. Tidak ada snack di mejanya, hanya ada permen mint.
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 499 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
KAKEK TUA itu SUAMIKU

KAKEK TUA itu SUAMIKU

seru Tristan. Sebuah mobil minibus berwarna hitam sudah terparkir di depan kami. "Ayo, Tristan tunjukkan bagian dalam mobilnya, ajak Tristan. Pintu samping mobil kemudian terbuka. Aku dan suamiku kemudian naik ke dalam mobil. Mobil dengan kursi berwarna krem yang terbuat dari kulit itu terasa sangat nyaman saat diduduki. Bahkan kursi dibuat khusus agar bisa buat selonjoran. Di depannya ada kulkas mini serta televisi kecil. Kursi bahkan bisa berputar seratus delapan puluh derajat dan juga ada meja kecil yang di atur khusus hingga ketika akan makan tidak menyulitkan penumpangnya, bahkan saat mobil berjalan suara mesin sangat tidak kentara.
9.720.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Begitu sampai di kursi mereka—baris 24—Ucup menatap kursi kain berwarna biru itu dengan kecewa. ​"Ini kursi kita? Kecil banget, Hana. Ini mah kursinya buat anak sekolah, bukan buat badanku yang segini," gerutu Ucup saat mencoba memaksakan dirinya duduk di kursi dekat jendela. Lututnya langsung mentok ke kursi di depannya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

"Duduk," perintah Raka Pradana. Suaranya tidak keras, tidak membentak, tapi memiliki bobot otoritas yang membuat lutut Citra Melati refleks menekuk. Citra duduk di satu-satunya kursi ergonomis di ruangan itu. Kursi Herman Miller seharga dua puluh juta yang terasa memeluk punggungnya dengan presisi menakutkan. Di sekelilingnya, rak-rak server menjulang seperti gedung pencakar langit mini, lampu indikatornya berkedip biru dalam ritme hipnotik.
936 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Mereka mengenakan pakaian sederhana berwarna lembut, rambut mereka disanggul rapi tanpa hiasan mencolok—tanda bahwa mereka masih berada di tingkat terendah. Wajah-wajah muda itu menyimpan beragam emosi, gugup, berharap, takut, dan ambisi yang tersembunyi di balik senyum patuh. Di ujung aula, terdapat dua kursi besar dengan ukiran kayu bunga teratai yang halus dan anggun. Kursi-kursi itu diletakkan sedikit lebih tinggi dari lantai, menegaskan kedudukan mereka yang duduk di sana.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 780 kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Beta's Family
thor.. saking kamu irit bgt updatenya , aku sampe nanjak lg ngulang baca dr awal.. masih suka & exited. ramadhan bisa lah thor sekali update 5 bab gt... kalo pas adegan putri & putra mahkota jgn tiba² dipotong dong thor trs langsunh jump ke adegan lain , sangat disayangkan.
nanadvelyns
Dear, pembaca terkasih. Terima kasih banyak untuk yang masih setia menunggu penulis update 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。. Dukungan, perhatian, dan doa yang kalian tinggalkan di kolom komentar sangat berarti! Mulai hari ini novel akan update seperti biasa ya, karena alhamdulillah keadaanku sudah membaik:>. Love youuu
Baca Semua Ulasan
ISTRI ALIM CEO KEJAM

ISTRI ALIM CEO KEJAM

Namun, niatnya dibatalkan, lebih memilih berjalan menuju balkon kamar. Ditempat itu terdapat dua buah kursi beserta satu meja berukiran standar. Tidak ada yang menarik dengan itu. Ia daratkan saja bobotnya diatas kursi sama yang terbuat dari kayu. Hingga sebuah nafas kasar terlepas bebas dari bibir dan rongga hidungnya. Kursi itu sengaja dibuat setengah miring agar bisa dipakai untuk bersandar dan bersantai
9.579.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

ucap wanita itu sopan. Hal yang pertama kali Nayla lihat saat memasuki ruangan itu adalah desain interior modern sekaligus futuristik yang dipadu dengan warna gelap. Meja kerja berukuran besar menguasai area tengah ruangan itu lengkap dengan kursi kerja dengan sandaran tinggi dan empuk. Saat matanya memicing, Nayla menyadari sosok pemilik perusahaan ini tengah mengisi kursi itu dalam posisi membelakangi pintu.
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status