Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
(BUKAN) Duda Biasa

(BUKAN) Duda Biasa

Sambil ngos-ngosan Alma menuangkan air ke dalam gelas lalu meneguknya banyak-banyak. “Kok bisa ya gue lupa kalo si tuyul keriting ini biasa makan di kursi. Kenapa tadi gue malah taro di bawah. Jelas aja dia kabur.” Alma melirik Belle yang berusaha keluar dari kursi duduknya, “Diem deh, Belle, jangan cari masalah terus. Duduk yang tenang dan makan yang bener.”
47.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Bukan Ibu Susu Biasa

Bukan Ibu Susu Biasa

Dia makin memutar posisi tubuhnya untuk menghadap pria yang duduk di kursi belakang. “Tuan Kaivan Ararya Prama!” Teriakan Arunika itu langsung membuat Januar yang duduk di sampingnya pun menoleh, tapi tidak dengan Kaivan. Pria itu masih tetap berkutat pada layar tabletnya. “Hei, aku bertanya padamu! Anda nggak tuli’kan?!” “Psstt …, Aru.” Kelopak mata Januar melebar, mencoba mengingatkan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Kursi itu goyang sendiri. “Randi, Toyo… kalian lihat itu?” bisik Dimas. Mereka bertiga menatap ke arah yang sama. Kursi itu jelas-jelas bergerak perlahan, seperti ada seseorang duduk… atau berdiri kemudian duduk lagi. Toyo menelan ludah. “Kursi itu… tempat favoritnya Karina. Tapi dia lagi ke ruang arsip.” “Bukan Karina,” ucap Dimas. “Energinya beda. Ini lebih tua. Lebih pekat.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
MENGAPA CINTA MENYAPA

MENGAPA CINTA MENYAPA

Renty setengah mati menahan tawa melihat atasannya yang berpostur bak anak SD atau SMP itu sampai berkeringat demi untuk bisa duduk normal. Renty yang tidak sabaran langsung menyampaikan alternatif lain. "Perlu gue bantu?" "Maksud elo apa? Jangan sok jadi pahlawan!" jawab Edwin yang makin terengah-engah. Dalam hati ia mengutuk staf bagian pengadaan yang membeli kursi putar yang ukurannya di ruang itu ternyata lebih besar daripada di ruang lain. Untuk membuatnya turun lebih rendah, kursi itu memiliki tuas yang dirancang untuk ditekan dari atas. Bukan untuk ditarik dari arah bawah seperti yang sekarang ia setengah mati lakukan!
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Lunara duduk di kantor Kayden, memutar kursinya pelan. Kursi kantor seharga ratusan juta itu memang jauh lebih nyaman dibanding kursi bekas 600 ribu yang dulu dia beli di pasar furnitur bekas. Bahkan ada fitur pijatnya juga. Begitu duduk di sana, Lunara sampai merasa dia bisa menetap di kantor ini. Ignas masuk membawa kopi. "Bu Lunara, mau kopi?"
9.8531.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.0K kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
The Caliph

The Caliph

Baginya ini lebih mirip seperti ruangan hotel bintang lima. Mereka berjalan dan menduduki tempat di mana kursi-kursi sudah ditandai. Kursi bernama masing-masing, termasuk milik Rais, adalah kursi empuk yang sangat mewah. Beberapa orang menyambut mereka. Ayah Rais memberikan instruksi kepada beberapa orang yang tidak dapat didengar Rais.
9.75.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Dia merasa lega karena Bude Wid tidak akan lagi mengusiknya. Sejak itu, Emily pun mulai sibuk mencari tempat kursus yang bagus dan tidak terlalu jauh dari rumah. Tapi rupanya sulit untuk bisa menemukan apa yang dia cari itu. Beberapa tempat kursus memasak yang dia datangi tidak mengena di hatinya. Ada yang cukup bagus dan berkualitas, tapi jauh dari rumahnya. Ah, Emily jadi serba salah.
9.6286.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.9K kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Suami Perkasa

Suami Perkasa

nada peringatan itu lemah. “Apa? Aku cuma ngecek kualitas kursi,” katanya pura-pura polos, jemari menggambar lingkaran kecil di kain tipis celana Sukma. “Itu paha manusia, bukan kursi.” “Lebih bagus. Hangat, empuk, eksklusif, dan hanya aku yang boleh duduk.”
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Bukan Mantan Biasa

Bukan Mantan Biasa

Saat itu, kursi di sepanjang meja panjang sudah terisi penuh. Di ujung meja utama, Raka sedang membalik-balik dokumen. Dia mengenakan setelan jas hitam khusus rancangan desainer. Dasinya terikat rapi hingga ke atas, seluruh tubuhnya memancarkan aura tenang dan elegan. Kehadiran Brielle membuat ruang rapat seketika hening sesaat. Beberapa karyawan senior Keluarga Pramudita saling bertukar pandang. Mantan nyonya besar ini tiba-tiba duduk di meja rapat, tentu membuat banyak orang merasa tidak puas.
9.5440.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.5K kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (116)
Baca
+Pustaka
Adelia
izin promosi novel kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Hydragea
Numpang promote thor. Baca juga karya Hydragea. "Sang Villainess Yang Disayang" Kisah sang FL yang bertransmigrasi dan tertaut sistem antagonis. Diberi misi mengumpulkan poin penderitaan agar bisa kembali ke dunia aslinya. Namun justru para ML menyalahartikan kejahatan FL sebagai bentuk peduli.
Baca Semua Ulasan
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

perintah Ketua Dewan. Dua prajurit berzirah perak maju, menggeser sebuah kursi tua dari sisi aula. Kursi itu sederhana bentuknya, tapi ukirannya penuh simbol kuno. Kayu gelapnya memancarkan aura aneh, seolah menyimpan gema emosi masa lalu. Risa terperanjat. “Itu... Kursi Resonansi.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status