Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bos di Atas Normal

Bos di Atas Normal

Restoran Jepang yang menjadi tempat pertemuan saat ini sengaja Nolan pilih, karena ia sangat menyukai masakan dari negeri matahari terbit tersebut. Ruangan itu seperti bagian rumah tradisional Jepang. Desain ruangan menggunakan kayu dan kertas. Pintunya bisa digeser, berada di antara dinding penghubung yang terbuat dari kayu dan tripleks dengan kertas khusus. Lantainya berbahan dasar kayu, ada tikar di tengah ruangan tepat di bawah meja kayu panjang. Tidak ada kursi di sini, tetapi cukup hangat.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Mereka duduk di kursi berbahan Rosewood yang disediakan di sisi kanan dan kiri. Sedangkan, Jin Guang berada di kursi utama kokoh berbahan kayu Cendana yang sedikit tinggi dari para tamunya. Sehingga ia bisa memandangnya keseluruhan yang ada di depannya lebih jelas tertangkap oleh mata. Seperti saat ini, dia hanya menyimak celotehan dengan sorot mata yang jernih, menatap mereka secara bergantian siapa yang berbicara. Pria paruh baya berbadan gempal itu menyunggingkan sudut bibirnya bersamaan dengan kumisnya juga.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Sang Penggoda

Gairah Cinta Sang Penggoda

Tak ada lagi yang menarik perhatiannya, hingga akhirnya Kia mendekati meja kerja dari kayu berwarna gelap mengkilap dan kursi bersandaran tinggi yang terlihat empuk. Kia menduduki kursi dari bahan kulit berkualitas itu, sejenak menikmati bagaimana rasanya menjadi Byan, sebelum menatap ke sebuah pigura foto di atas meja yang menghadap ke arah dirinya, dan terpaku. Pigura itu berisi sebuah foto seorang wanita cantik yang sedang tersenyum sambil memegangi perutnya yang sedang... mengandung.
10126.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Black Aurora
Maaf karena menunggu terlalu lama, real life sedang hectic2nya. Dan kisah Byan-Kia ini memang dimaksudkan sangat singkat ya, jadi sekarang sudah tamat tanpa ekstra2 part. Terima kasih untuk kakak2 yg telah membaca hingga akhir. "Belenggu Hasrat Mantan Suami" adalah karyaku selanjutnya, ditunggu ya.
Meri Susanti
ceritanya Bagus,sangat menarik singkat,padat n jelas gak bertele2 dg ending yg membahagiakan.Terima Kasih untuk Ceritanya yg bagus ini Thor,Tetap Semangat menulis karya2 berikutnya.Sukses selalu thor.
Baca Semua Ulasan
Bias Cinta

Bias Cinta

“Batu juga kalau ditetesin air tiap hari lama-lama lubang.” “Batunya nggak akan lubang dalam 10 bulan.” Bias menyeret kursi Cinta merapat. “Yakin?” “Aish ...” Cinta mendorong wajah Bias yang mulai mendekat, “nggak ngerti ini tempat umum, apa?” “Nggak sopan!” desis Bias menepuk punggung tangan Cinta yang mendorongnya, “Kamu nggak tau malu.”
10113.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Aurora Aurora
Asli kocak karakter Cinta sama Dinda, wajar ya Cinta begitu, ceplas ceplos, 11, 12 sama Dinda ... Tapi sayang BANGET, berharap Dinda bisa jadian sama Althaf... hiks.. hiks.... kenapa malah Althaf tetep sama Ranu...
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Karma Mantan Suami Usai Kami Bercerai

Karma Mantan Suami Usai Kami Bercerai

Sementara di depannya, ada beberapa set meja kursi minimalis. "Yang mana menurutmu, yang lebih bagus?" Bang Asrul berkata, sambil memperhatikan kursi di depannya. "Yang ini saja, Bang, bagus. Warnanya netral," jawabku sambil menunjuk sebuah meja kursi berwarna coklat tua. "Ya sudah, kami ambil ini saja." Bang Asrul memberitahu pada seorang karyawan pilihannya. "Ada tambahan lainnya, Pak?" tanya karyawan tersebut.
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Merebut kembali Cinta Istriku

Merebut kembali Cinta Istriku

Wanita itu memutuskan untuk ke sana mencari sebuah buku yang menarik untuk di baca. Jasmine masuk ke ruangan tersebut. Netra- nya menatap kagum pada interior yang berada di ruangan tersebut. Ia mendekati meja kerja yang berbahan jati. Milik keluarga suaminya itu. Mencoba kursi kebesaran milik Kehl Ardiansyah tersebut. "Wuih, empuknyo ni kursi," decaknya sambil mengenjot-enjot kursi yang memiliki per tersebut. Lalu memutarkan kursinya ke kanan kiri dan akhirnya berputar penuh.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Suami & Sepupu Pengkhianat

Suami & Sepupu Pengkhianat

Namun, ia mengangguk setuju kemudian mundur menjauh dari kursi itu. Alleta kemudian maju ke meja makan dan menarik salah satu kursi untuk duduk. Kursi yang Alleta pakai itulah kursi yang terbiasa Sassi pakai. Berada di sebelah kanan tempat duduk kursi utama yang biasa ditempati Darma. "Duduk saja, Em. Selama nggak ada orang yang sedang menduduki kursi itu, siapa pun bisa memakainya," ucap Ganendra.
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Antara Kau, Aku & Papimu

Antara Kau, Aku & Papimu

Ada tiga buah kursi terbuat dari besi dengan motif pada bagian pegangan kursi berisi daun dan pada ujungnya melingkar, serta pada bagian sandarannya tampak dibuat garis-garis horizontal. Di depannya ada sebuah meja yang terbuat dari besi dengan motif melingkar pada bagian sisi kaki kursi. Dan kursi itu warna putih dengan spons pada dudukan kursi berwarna hijau tua. Serta ada sebuah pot kaca setinggi tiga puluh centimeter berisi pohon sri rejeki yang berdaun hijau pekat.
9.781.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kursi biasa
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Parikesit70
Terima Kasih untuk Pembaca Setia Parikesit70 yang udah ikut sampai ke sini.. Terharu... dan sulit utk diungkapkan dgn kata-kata. Apalah arti cerita ini tanpa dukungan dari kakak semua Love You All Sekebon yaa.........️...... ...️LOVE...LOVE...LOVE...️
Pepermints
duh baru bisa baca kak, kemaren sakit dan harus dikurangi hpnya .......padahal udah kangen bgt sama erlangga........ love love pokoknya.. maksih ya kak.. semangat terus nulisnya.. jangan lupa istrhat.. .........
Baca Semua Ulasan
Kucari Jodoh Yang Biasa Saja

Kucari Jodoh Yang Biasa Saja

Aku segera melesat kembali ke dapur mengambil sambel. Saat kembali ke ruang makan, para pria telah duduk mengitari meja makan. Meja makan di rumah Mba Mira dilengkapi dengan delapan kursi, Mas Radit telah menempati kursi paling ujung, Mba Mira di dekat Mas Randi sebelah kanan, Bayu di dakat Mas Randi sebelah kiri, sementar Pak Satri duduk bersebelahan dengan Bayu. Setelah aku meletakan sambel, Mba Mira langsung menyuruhku untuk duduk.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Early Marriage

Early Marriage

Kursi beasr terbuat dari jati kualitas tinggi dengan ukiran khas Jepara, menjadi tempat kami mendaratkan tubuh. Dari dalam ruang tengah, atau mungkin ruang makan? Terdengar gelak tawa beberapa orang. Kami tak langsung menuju ke sana, karena khawatir ada tamu penting. Bang Al membaringkan badannya di kursi besar ini dan gue duduk menyangga kepalanya. Tatapan kami beradu, sesaat gue tersesat dalam kelam manik pria itu. Senyum pria ini mengembang menampilkan sepasang lesung pipi yang menambah pesonanya semakin terpancar.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kursi biasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status