Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Payung Merah

Payung Merah

IchiOcha
Tika tak pernah menduga akan menjadi saksi pembunuhan seorang anggota parlemen pada malam terakhirnya di Kota New York. Setelah pindah ke North Carolina, ia sepenuhnya melupakan pengalaman traumatis itu. Sayangnya, takdir membawanya bertemu dengan Axel, CEO baru di tempat kerjanya, yang tampan dan memikat. Tika jatuh cinta pada Axel, meski pria itu memiliki sisi misterius yang terkadang membuatnya ketakutan. Belum lagi mendadak ia diculik gara-gara kedekatannya dengan Axel. Saat itulah fakta sesungguhnya terkuak: Axel adalah seorang kepala mafia dan terlibat dalam pembunuhan di mana Tika menjadi saksinya. Setelah jati diri Axel terungkap, masih dapatkah cinta Tika dan Axel bersatu?
103.7K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as kursi payung
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

setiawan_g_sasongko
Sarni Trilili adalah seorang janda muda yang ditinggal mati suaminya yang bernama Jonet Tralala. Ia menjadi gamang ketika ada seorang mucikari yang mendekatinya, yang memasang jerat untuk bisa menjualnya. Untuk menghindari si germo, Sarni Trilili pergi ke Kota Kendil untuk menjadi ahli gudeg karena ia akan membuka warung gudeg untuk menyambug hidupnya. Ia magang di warung Mbah Darmo yang menjadi langganan para mahasiswa Universitas Gela Gelo. Kecantikan Sarni Trilili membuat banyak mahasiswa jatuh cinta, di antaranya: Joko Pekik, Bambang Senggotho, dan Hurip Janaloka. Tetapi, Sarni Trilili belum bisa membuka pintu hatinya karena masih teringat almarhum suaminya. Namun seiring waktu, ada yang masuk dalam hatinya, siapakah dia? Lucu, satir, dan romantis.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as kursi payung
Read
+Library
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

Laila, dengan hati yang masih menyimpan kenangan manis masa lalu, kembali dipertemukan dengan Raka, cinta pertamanya. Pertemuan tak terduga ini terjadi dalam sebuah proyek besar yang menyatukan perusahaan tempat mereka bekerja. Namun, kebahagiaan bertemu kembali seketika sirna ketika Laila melihat Raka kini duduk di kursi roda. Perubahan drastis ini membuatnya terkejut sekaligus merasa iba. Ternyata, Raka mengalami kecelakaan yang mengubah hidupnya selamanya. Luka fisiknya sembuh, namun luka batinnya jauh lebih dalam. Ia merasa terasing dan kehilangan harapan. Kehadiran Laila bagaikan oase di tengah gurun pasir yang tandus. Ketulusan dan keteguhan hati Laila perlahan-lahan mencairkan dinding pembatas yang dibangun Raka. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang dibayangkan. Raka merasa tidak layak untuk Laila, sementara Laila harus berjuang melawan pandangan masyarakat yang seringkali menghakimi orang dengan keterbatasan fisik. Mereka dihadapkan pada berbagai rintangan dan cobaan yang menguji kekuatan cinta mereka.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as kursi payung
Read
+Library
Priaku di Kursi Roda

Priaku di Kursi Roda

Tidak tahu apa yang terjadi, sekarang aku sudah menjadi seorang istri dari seorang pria kursi roda! Tiada yang ku permasalahkan dalam pernikahan ini. Namun, diriku bukanlah gadis lagi! Bagaimana aku menjalankan pernikahan? Kuharap hanya sebatas kontrak, jika tidak habislah riwayatku. Mengapa tiba-tiba ia mengajakku berbulan madu!? Tuhan, apakah ini waktunya rahasiaku terungkap?
102.7K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as kursi payung
Read
+Library
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Giselle Putri Natapradja, gadis cantik ambisius - seorang konsultan senior yang mengidamkan posisi Partner yang sedang kosong di kantornya The Converge. Bosnya mengatakan jika posisi itu terbuka baik untuk para konsultan The Converge yang memiliki rekam jejak terbaik. Giselle sudah cukup yakin kalau dia yang akan dipromosikan, namun ternyata The Converge justru memberikan posisi impian Giselle itu kepada Akira Hangga Aryanto - konsultan senior dari Big Four yang sudah malang melintang di dunia kerjanya. Sialnya bagi Giselle, Akira pernah menjadi partner One night stand-nya saat dia hancur dan diselingkuhi oleh mantan kekasihnya dulu! Kesal karena impiannya dijegal di awal oleh Akira, Giselle memutuskan untuk melaksanakan taruhan dengan Akira, bahwa siapapun yang berhasil membawa proyek yang nilainya lebih besar, maka dia yang berhak untuk mendapatkan posisi Senior Partner di kantor The Converge. Giselle dan Akira saling membuktikan satu sama lain, jika hanya mereka yang pantas untuk posisi tersebut, meskipun di tengah-tengah persaingan yang sengit, mereka harus mengontrol gairah mereka yang semakin tak bisa ditahan satu sama lain!
1028.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as kursi payung
Read
+Library
Ciuman di Balik Seragam

Ciuman di Balik Seragam

"Aku ... aku tak tahan lagi, aku mau ke kamar mandi sebentar." Pramugari yang sedang wawancara itu duduk di kursi, dirinya tampak gelisah. Aku diam-diam menaruh sebuah alat di bawah kursi, yang bisa bergerak dengan dahsyat saat aku menekan tombol. Terlihat wajah mereka memerah dan tampak tegang. Aku merasa cukup puas. Yang lebih menggoda lagi, salah satu pramugari malah mengangkat roknya di tempat, berbisik padaku, meminta aku membantunya.
26.0K viewsCompletedAdded to Library 598 Times as kursi payung
Read
+Library
Misteri Bangku Kosong

Misteri Bangku Kosong

Ini hari pertamaku pindah ke SMA swasta elite. Aku melihat satu meja dan kursi berwarna merah tua di barisan belakang ruang kelas yang tidak diduduki siapa pun. Semua orang di kelas baruku sering bicara dengan meja dan kursi itu. "Selamat pagi." "Sampai ketemu besok." Seolah-olah ada seseorang yang duduk di sana. Seseorang yang terlihat di mata semua orang, kecuali aku.
3.7K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as kursi payung
Read
+Library
Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Akhir Dari Sebuah Siksaan Batin

Tengah malam, di sebuah toko perlengkapan dewasa yang remang-remang, aku memergoki putri pemilik toko sedang memuaskan dirinya sendiri. Matanya tertutup kain, kedua kakinya terbuka lebar dan tersampir di sandaran tangan kursi erotis itu, tampak sangat terbuai dalam kenikmatan. Hingga akhirnya, kursi itu mengalami kerusakan. Wajahnya memerah karena sulit melepaskan diri, dia pun meminta tolong. “Om, tolong aku….” Aku malah berjongkok, jari-jariku mengusap paha, betis, hingga pinggang bagian dalamnya. “Jangan bergerak, struktur kursi ini rumit, aku harus mempelajarinya pelan-pelan.” “Kumohon… cepatlah.” Aku memperhatikannya, mulai dari malu hingga menjadi gairah yang meluap, hingga akhirnya pertahanannya runtuh dan dia pun menyerah. “Om, berikan padaku. Berikan segalanya padaku.” Tepat di saat genting itu, terdengar suara pemilik toko membuka pintu dari luar. Aku segera mendorongnya ke balik rak pajangan. Di sana, aku malah melihat sebuah mainan cetakan yang tampak sama persis dengannya.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as kursi payung
Read
+Library
Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Setelah Tia Lestari, teman masa kecil Andre Sonata, kembali duduk di kursi penumpang di sebelahnya, aku tidak ribut atau marah. Aku menurut dan duduk di kursi belakang, tepat di samping sahabat baiknya, Jimmy Tanusubrata. Saat mobil terguncang, lututku tanpa sengaja bersentuhan dengan pahanya yang kuat dan kencang. Aku sengaja tidak menarik kakiku, dan dia juga tetap diam. Di tengah perjalanan, kami melewati rest area. Tia merengek pada Andre agar menemaninya ke toilet. Begitu pintu mobil tertutup, Jimmy langsung meraih tengkukku dan menciumku dalam-dalam. Saat ciuman itu membuatku kehilangan akal sehat, satu pikiran melintas di benakku... Meragukan pria, memahami pria, menjadi pria... benar-benar sebuah kebenaran mutlak.
42.2K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kursi payung
Read
+Library
Aku Pelakor?

Aku Pelakor?

Di hari pernikahan putraku, suamiku mengusirku dari kursi utama dan duduk di kursi undangan paling belakang. "Liana nggak menikah seumur hidup dan nggak punya anak karena aku." "Liana cuma mau mewujudkan mimpinya menjadi seorang ibu, hari ini saja. Apa kamu nggak bisa membiarkannya? Kenapa hari ini mesti ribut-ribut?" Aku menoleh ke arah putraku, berharap dia akan menghentikan kekonyolan ini. Akan tetapi, putraku malah berkata, "Itu benar, Bu. Aku sudah memanggilmu Ibu selama 20 tahun. Cuma hari ini saja aku akan memanggil Bibi Liana." "Aku cuma nggak akan ngasih teh ke Ibu. Jadi, bisakah Ibu nggak terlalu mempermasalahkan hal ini?" Menghadapi ayah dan putranya yang kompak ini …. Pada titik ini, tiba-tiba saja aku merasa jika 25 tahun terakhir ini hanyalah sebuah lelucon.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as kursi payung
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status