Pengantin Tanpa Malam Pertama
Wajahnya tenang, memancarkan wibawa seorang pemimpin besar, namun ada gurat kelembutan saat matanya sesekali melirik ke arah pintu masuk.
Rayyan mengenakan jubah putih bersih dipadu dengan bisht (jubah luaran khas Arab) berwarna hitam dengan sulaman emas di tepinya, serta serban yang tertata rapi. Di hadapannya, Papa Hendra sudah siap sebagai wali nikah. Saksi-saksi dari kedua belah pihak, termasuk tokoh-tokoh ulama sepuh pesantren, sudah menempati posisi.
Almira, Mama Sofia, Mbak Fatma, Akmal, dan si kembar mendengarkan dari ruang tunggu yang tersambung melalui audio. Detak jantung Almira seolah berpacu dengan suara detak jam dinding.