SENYAWA
Dan dari penjelasan Varo, Umma cukup mengenal daerah rumahnya karena sering di panggil sebagai penceramah di sana.
“Ada angin apa, ya, Nak Varo ke rumah kami?” tanya Pak Khalid, bingung sebenarnya karena baru kali ini ada atasan Meera yang bertandang ke rumah mereka.
“Tadi kami habis shalat Isya di masjid depan kompleks, Abah.” Meera yang baru datang dari dapur membawa sebuah nampan berisi tiga cangkir teh hangat untuk mereka bertiga.
“Terus, Umma suruh mampir sekalian kita makan malam, ya, Abah,” ucap Ibu Naina menimpali.
Hot Chapters