OBSESI BARA
Bahwa semuanya adalah kebenarannya.
Lemas, tubuh Laila lemas dalam dekapan Bara. Ia menangis sejadi-jadinya. Tangisnya tidak bisa terbendung lagi.
"Mas, katakan bahwa ini hanya mimpi kan Mas? Katakan!?"
Laila menarik paksa tubuh Bara, menarik bahunya dengan mempertanyakan bahwa semuanya hanyalah mimpi.
"Ini nyata Laila. Ini ... bukan mimpi." Tidak bisa dipungkiri, Bara juga menangis seraya menarik kembali Laila ke dalam dekapannya.