Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

“Keegoisan? Bukannya kalian yang meninggalkan kami—“ “Itu bukan egois, tapi kami ingin hidup.” Kepala mereka berhenti berusaha memecahkan kaca yang tebal tersebut, tak ada satu goresan pun yang membuat cela untuk serangga masuk. Delia melirik suaminya yang memang cerdas. Namun tetap saja, alasan ingin hidup pun adalah egois. Deryn memberi isyarat untuk tetap diam, ketika mereka semua menghela napas dengan ucap syukur. Usaha suaminya berhasil.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
PLAYER

PLAYER

Di sudut yang lain, ia melihat distro pakaian milik salah satu artis yang sudah cukup terkenal. “Ini Gedung Filateli kan? Kok jadi gini? Lagi ada pameran?” tanya Arla penasaran. “Kalau kata Yara sih, udah alih fungsi jadi proyek cipta ruang, namanya Pos Bloc.” Ervin menunjuk ke dinding yang berada di atas undakan—view yang pertama bisa dilihat ketika masuk ke atrium gedung. Arla mengangguk-angguk. “Beli coklatnya di sini?” Matanya mengedar ke sekeliling.
1039.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

Tapi tentu saja masih kalah dengan ‘Matahari Terbenam’ yang diberikan seseorang padaku. Disertai dengan foto kalung berlian besar hadiah dari Wiliam. [Aaaaa! Nggak kusangka dia benar-benar membelikanku set perhiasan giok ini! Katanya cocok dengan auraku!] Disertai dengan foto satu set perhiasan giok imperial terbaik. Satu demi satu unggahan itu menusuk mata dan hati Celine. Unggahan terakhir diposting satu jam yang lalu.
13.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 512 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Jeratan Tuan Reiner

Jeratan Tuan Reiner

“Tuan, ini tempatnya. Seharusnya lukisan itu ada di sini...” Reiner mendekatinya perlahan. Ia memperhatikan kaitan logam itu, lalu melirik sekitar untuk memastikan tidak ada yang mendengar percakapan mereka. “Kemungkinan besar lukisan itu sudah dipindahkan atau dijual, Elise,” ucapnya hati-hati. Elise menggeleng, matanya mulai berkaca-kaca. “Tidak mungkin. Lukisan itu adalah salah satu karya terakhir ibu saya sebelum... sebelum semuanya berubah.”
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

Jadi, bagi yg mau baca ceritaku yang lain, selamat kalian sudah menemukan banyak spoiler di cerita ini 🥴🥴🥴🥴 14. Last but not least. Terima kasih, sudah membaca cerita ini. Masih terlalu banyak kurang di cerita ini, dan mungkin ending yang tak sesuai harapan 😭😭😭🥺🥺🥺🥺
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 653 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia menyebut dirinya The Great Finisher (Sang Penyelesai Agung). "Cukup dengan ekspansi tanpa batas ini!" suara Sang Penyelesai terasa seperti dentuman palu hakim. "Keberadaan tanpa akhir adalah kekacauan. Sebuah cerita yang tidak pernah selesai adalah cerita yang gagal. Biarkan aku memberikan 'Titik Terakhir' pada semua yang kalian ciptakan!"
965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Infinity Love (Bahasa Indonesia)

Infinity Love (Bahasa Indonesia)

Dengan tatapan yang tak seorang pun tahu apa arti di baliknya. _______________________ Piye? Bagaimana menurut kalian? Tambah seru, atau malah booring? Mampir juga ya ke cerita aku yang judulnya LAST NAME. Terima kasih pembaca tercintaku ❤
9.916.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 472 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Satu Catatan Terakhir Di sudut ruang tempat pembaca terakhir pernah berada, hanya tersisa satu kalimat yang tertulis di dinding waktu: “Jika kau membaca ini, maka kamu adalah bagian dari cerita yang sedang menulis dirinya sendiri.”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

POV Nada "Mbak tolong ini ditaruh di sana ya?" pintaku. "Nggih Ning." Aku tengah membantu Caca menyiapkan acara perpisahan kelas dua belas SMA Al-Hikam. Hem ... keren ini, beneran perkembangan Al-Hikam sungguh luar biasa ditangan Mas garangku sama sahabat jutekku. Aku gak akan kaget suatu hari mereka bakalan nikah, sama-sama pintar, sama-sama garang, cuek, dan keras kepala. Orang bilang jodoh itu cerminan, nah itu aku lihat dari Mas Azzam sama Caca. Klop dah, seperti sekarang saja mereka tengah berdebat sejak satu jam yang lalu.
9.9125.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Didorong rasa penasaran yang besar, wanita ningrat itu menegakkan tubuh moleknya dari sandaran dada bidang Baskara. Matanya yang indah bergerak menyusuri barisan tulisan kuno berbahasa Belanda dan coretan peta pelabuhan Tanjung Priok yang ada di genggaman Baskara. ​Saat mengeja tulisan 'Ozone Energie - Prototyp 1945' dan melihat tanda silang merah di Gudang 134, tubuh Lastri seketika terenyak. Wajah cantiknya yang mulai merona kini mendadak kembali kehilangan semburat warna.
1047.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status