Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia

‘Gue yakin Rara tahu sesuatu tentang Leo,’ batin Naren. Pentas seni sekolah baru saja selesai. Acara itu berlangsung dengan lancar. Rasa lelah, letih mereka terbayar begitu saja, akhirnya mereka dapat bernapas lega. Panitia segera membereskan alat masing – masing, ada juga yang berisitirahat sejenak.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

Pelabuhan Akhir Sang Pewaris

Ini adalah salah satu mahakarya yang luar biasa. Julian pun ikut berhenti melangkah, menikmati pandangannya dengan leluasa. Bahkan Julian tidak bisa berkata-kata, matanya benar-benar terfokus pada patung ini. “Sean, Julian. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir, patung yang kalian lihat itu adalah projek terakhir yang dikerjakan oleh keponakanku selama satu tahun terakhir ini.” Suara Rodrigo mengintrupsi keduanya dan segera berbalik badan lantas menyalami Rodrigo dengan sopan.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Love Puzzle Painting

Love Puzzle Painting

ujar Bu Diah membela diri. "Berapa kali saya harus bilang kalau ini bukan karya saya bu?!" "Apa ada suatu hal yang membuat saya percaya dengan omongan kamu?" Tanya Bu Diah seolah meremehkan. Gaffar nampak berfikir sejebak dan memandangi lukisan pad tembok itu. Berkat ketelitiannya, Gaffar menemukan titimangsa pada gambar tersebut. -Ky
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

Pandai merangkai puisi, mungkin saja mereka bisa berkolaborasi menciptakan sebuah musikalisasi puisi yang indah dan menghipnotis banyak remaja milenial saat ini. "Kamu terlalu fokus dengan musikmu sampai lupa memikirkan hal itu. Padahal dulu kamu selalu digandrungi banyak cewe di sekolah," kata Mike pelan lalu diam dan kembali menenggak susu di gelasnya yang sudah hampir habis. Kevin hanya diam menyemburkan asap rokoknya. "Andai saja dulu Cindy tidak mengecewakanku," kata Kevin berbisik. Kata-katanya tidak selesai.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang

CEO Amnesia Mencari Cinta Yang Hilang

"Itu satu-satunya yang tersisa... yang terakhir..." Sesuatu dalam suara Eliza—keputusasaan murni yang tidak bisa dibuat-buat—membuat Damian terhenti. Ia menurunkan lukisan itu perlahan, memandanginya lagi. Detail halus garis pantai, gradasi warna langit senja, siluet dua figur yang berdiri bergandengan tangan... terlalu personal, terlalu intim untuk menjadi kebohongan.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
GARIS PATAH LOGIKA

GARIS PATAH LOGIKA

Air mata kembali mengalir di pipinya, tetapi kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata penemuan. Setelah membuka hampir semua lukisan, perhatian mereka tertuju pada satu benda yang tersisa di tengah ruangan. Sebuah kuda-kuda yang paling besar, yang menopang sebuah kanvas raksasa. Tidak seperti yang lain, kanvas ini tidak ditutupi kain. Sebaliknya, kanvas itu dengan sengaja diputar, menghadap ke dinding. Rasanya seperti ini adalah pusat dari semuanya. Karya terakhir. Sang mahakarya.
700 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Ia melangkah satu tahap lebih dekat, membiarkan aroma cedarwood miliknya menyapu kesadaran Maorielle. "Maorielle, ada satu ungkapan di dalam film yang tidak bisa dijelaskan secara linguistik, tapi sangat akurat secara visual," ucap Khai, suaranya kini merendah, hampir tenggelam dalam musik latar aula. "In a room full of art, I'd still stare at you." Maorielle terpaku. Napasnya seolah tertahan di tenggorokan. "Di ruangan yang penuh dengan karya seni ini, saya masih akan tetap menatapmu," lanjut Khai tanpa ragu.
689 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Misteri Kematian Sang Pelukis

Misteri Kematian Sang Pelukis

Pojok kanan atas. Dengan hati-hati Glagah mulai membuka bingkai itu, dan mereka akhirnya menemukan secarik kertas tipis yang diselipkan di sana. Dia langsung memasukkannya ke dalam saku dan kembali memasang bingkai itu. “Terima kasih telah mengizinkan kami untuk melakukan perawatan. Kami undur diri. Semoga museum selalu ramai. Peminat seni semakin bertambah,” kata Glagah.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

bisik Salsabila pada kegelapan malam. Salsabila melempar remasan kertas terakhir itu ke dalam perapian, menyaksikannya lenyap tanpa sisa. Ia menarik napas dalam-dalam, menata kembali topeng ketenangan di wajahnya sebelum melangkah mendekati pintu. Sandiwara melelahkan ini harus tetap berjalan sesuai skenario yang telah disusun oleh sang pangeran palsu.
9.2373 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai last piece artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status