Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Third Marriage, My Last Love

Third Marriage, My Last Love

“Kau benar, Zoya. Pernikahanku dengan jodoh yang di pilihkan Ayah memang hancur, tapi setidaknya aku tidak menyakiti ibuku dengan keegoisanku.” “Kau bertanya, bagaimana dengan Azka dan orang tuanya? Apa benar hanya itu yang penting untukmu sekarang? Kalau begitu kau egois, karena tidak mau tahu dengan keadaan ibu yang melahirkanmu, saat ini,” lanjutnya lagi. “Habiskanlah makananmu! Bunda sedang menangisimu di meja makan, bahkan hari ini pun dia tidak menyentuh makanannya sedikit pun karena memikirkanmu,” tambah Elvan sambil berlalu.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai last words
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

, satu kata yang terlambat aku ucapkan di hembusan nafasmu yang terakhir adalah, cinta! ********
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai last words
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Ia mendekat ke roh kecil itu, lalu berbisik: “Kalau kamu tidur sekarang, gue janji, dalam setiap pertarungan, gue bakal bawa setetes dari kamu. Biar kamu nggak pernah ilang.” Aaron mendekat juga. Ia menunduk, lalu mencoretkan garis tipis di batu terdekat. “Nama lo: **Roh Terakhir dari Dunia yang Lelah.** Dan itu cukup.” Roh kecil itu tersenyum…
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai last words
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

“Keegoisan? Bukannya kalian yang meninggalkan kami—“ “Itu bukan egois, tapi kami ingin hidup.” Kepala mereka berhenti berusaha memecahkan kaca yang tebal tersebut, tak ada satu goresan pun yang membuat cela untuk serangga masuk. Delia melirik suaminya yang memang cerdas. Namun tetap saja, alasan ingin hidup pun adalah egois. Deryn memberi isyarat untuk tetap diam, ketika mereka semua menghela napas dengan ucap syukur. Usaha suaminya berhasil.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai last words
Baca
+Pustaka
Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai
Baca
+Pustaka
The Last Leaf

The Last Leaf

Aku pun menurut. Hari demi hari berlalu, namun aku tidak tahu bahwa kata segera itu berarti sangat lama. Ayah belum juga kembali pada kami, aku terus menanti, namun penantian ini terasa sangat menyiksa. Apalagi ketika aku melihat senyuman ibu perlahan memudar, ia tidak pernah lagi memelukku, mengelusku, bahkan hanya sekedar memanggilku untuk datang ke pangkuannya pun tidak. Rumah besar yang aku tinggali menjadi sangat sepi, berbeda saat ayah masih ada di sini. Ayah adalah nyawa di rumah kami, dan saat nyawa itu menghilang, kami merasa seperti orang yang mati.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai last words
Baca
+Pustaka
Repeated Past!

Repeated Past!

Ven dan Nandini sudah tewas berlumuran darah, pun dengan Khanza dan Kenzo. Khanza dan Kenzo yang saling bergenggaman tangan dan tersenyum. Seolah mereka berdua meninggalkan dunia ini dalam keadaan damai. Walau pada kenyataannya, keadaan Khanza dan Kenzo sungguh mengenaskan.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai last words
Baca
+Pustaka
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

Selama bertahun-tahun. Sudah lama ia menjadi yatim piatu. Hidup sebatang kara sudah ia jalani hampir lima tahun terakhir. Terkadang ia ingin sekali mendapatkan ketenangan. Terkadang, yang dibutuhkan oleh orang hanyalah tenang dan bahagia. "Nggak dimakan sarapannya, Den?" ucap seorang pembantu di rumah besar berlantai tiga itu. Sang 'Aden' terbangun dari lamunannya dan menyadari sesuatu. Ia hampir telat.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai last words
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

Pangeran ingin tetap dekat, menyaksikan hari-hari indah ratu meski dari dimensi yang berbeda. “Yang Mulia, sudah saatnya.” Candrika menyadarkan ratu dari lamunannya. Seluruh rangkaian upacara dan doa telah selesai dilaksanakan, kini tiba saatnya ratu melepas jasad pangeran ke peristirahatan terakhirnya. Ratu berusaha menguatkan langkah kakinya, walau berat namun harus tetap ia lakukan agar jiwa pangeran bisa pergi dengan tenang menuju surgaloka. Ratu menghampiri jasad pangeran sebelum benar-benar melepas kepergiannya, ia cium kening pangeran untuk terakhir kalinya sebagai tanda perpisahan. Lagi-lagi air matanya tumpah saat menatap wajah pucat pangeran. Sepertinya baru kemarin ia menyaksikan
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai last words
Baca
+Pustaka
Pengendali Arwah Terakhir

Pengendali Arwah Terakhir

“Mereka hanya mengkhawatirkanku.” “Aku serius!” teriak White. “Apakah kau lupa bagaimana terakhir kali Alyssa hampir membunuh kita di tempat rongsokan itu? Urusan ular dan simbol-simbol tidak ada bagus-bagusnya. Kenapa kau tak melupakannya saja? Sebaiknya kita fokus untuk kembali mendapatkan tempatmu yang direbut oleh pamanmu.”
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai last words
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status