The Last Leaf
Aku pun menurut.
Hari demi hari berlalu, namun aku tidak tahu bahwa kata segera itu berarti sangat lama. Ayah belum juga kembali pada kami, aku terus menanti, namun penantian ini terasa sangat menyiksa. Apalagi ketika aku melihat senyuman ibu perlahan memudar, ia tidak pernah lagi memelukku, mengelusku, bahkan hanya sekedar memanggilku untuk datang ke pangkuannya pun tidak. Rumah besar yang aku tinggali menjadi sangat sepi, berbeda saat ayah masih ada di sini. Ayah adalah nyawa di rumah kami, dan saat nyawa itu menghilang, kami merasa seperti orang yang mati.
Bab Populer