Adik Gabriel Prince itu seperti secercah cahaya di tengah kompleksitas cerita. Karakternya seringkali menjadi penyeimbang bagi kepribadian Gabriel yang lebih gelap dan penuh tekanan. Ada momen dalam novel di mana adiknya justru memberikan sudut pandang naif tapi jernih tentang konflik yang terjadi, membuat Gabriel (dan pembaca) melihat masalah dari sisi berbeda.
Yang membuatnya istimewa adalah dinamika hubungan mereka. Bukan sekadar 'adik baik vs kakak bermasalah', tapi lebih seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Adegan-adegan kecil seperti ketika adiknya memaksa Gabriel mencoba kue buatannya atau mempertanyakan keputusannya selalu terasa genuin, bukan sekadar plot device. Rasanya penulis sengaja menciptakan kontras ini untuk menunjukkan bahwa dalam dunia yang keras sekalipun, kemurnian seperti itu tetap bisa eksis.