MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
Liam menoleh cepat, ekspresi wajahnya antara syok, heran, dan ingin tertawa.
“Apa?”
“Aku sedang jadi pengangguran. Kenapa tidak?!” Chatrine berusaha menegakkan gengsinya, meski suaranya jelas terdengar seperti wanita depresi.
Tatapan Liam makin tajam, jelas-jelas menilai selera humor buruk seorang wanita kota.