Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

seru Lilian. Ketiganya melesat ke langit. Lilian mengangkat tangannya, meledakkan cahaya murni dari inti tubuhnya. Es membentuk kelopak tajam yang menyilaukan, dan api dari Nevertari melingkupi semuanya dengan pijaran merah keemasan. Sebuah bunga raksasa terbentuk di langit, terbuka perlahan... lalu meledak.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Dia benar-benar menari! Melihat keadaan tubuh lelaki yang serba bugil walau tertutup api tipis, Dewi Awan Putih menjadi merah mukanya. "Makhluk kurang ajar! Ilmu iblis apa yang kau perlihatkan padaku!" bentak sang Dewi. Justru disinilah kesalahan Dewi Awan Putih. Siapa saja yang menyaksikan sosok Jin Api Menari sekali-kali tidak boleh terpengaruh. Kalau sampai terpengaruh maka hawa aneh akan merasuk masuk ke dalam tubuhnya dan dalam alam diluar sadar orang itu akan ikut menari.
1032.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 801 kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
Jebakan Lilin Aromaterapi Ibuku

Jebakan Lilin Aromaterapi Ibuku

Dia masih mengendus-endus, hingga akhirnya pandangannya tertuju pada liilin aromaterapi yang menyala di samping. Seketika, ekspresi wajahnya berubah drastis! “Kok kamu menyalakan lilin ini?” Aku menatap lilin di samping dengan bingung dan bertanya, “Kenapa?” “Ibuku bilang ini lilin yang baru dibeli, untuk membantuku tidur nyenyak. Belakangan ini aku sering begadang, jadi ibu menyalakannya untukku.” Aku memang kurang istirahat belakangan ini. Anehnya, dengan menghirup aroma lilin itu, aku memang bisa tidur dengan nyenyak.
65.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

jawabnya santai. “Kaya bisa nyanyi aja, Mbak.” “Wooh, jangan sepele kamu, Rin. Nih ya dengerin! Di selat maalaka dii ujung suumatra.” Luar biasa, suaranya membuatku reflek menutup telinga. “Stop, Mbak!” ujarku sambil geleng-geleng kepala. “Itu lagu favorit aku, Rin. Dari jaman masih SD. Kamu tau gak? Nama penyanyinya Popi Mencury!” ujarnya dengan sangat percaya diri.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

Lanjut Wulan " Eh Wulan, Hai juga ..ya udah Aku siap siap dulu " Ucap Rindiani lalu bergegas pergi karena merasa malu " Oke " Jawab Al singkat karena merasa gugup " Kamu pulang Al ?" Tanya Wulan saat Rindiani sudah jauh dari mereka " Iya " Jawab Al singkat " Kamu kenal Rindiani ternyata " Ucap Wulan " Iya " Jawab Al Kembali
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Happy Reading ***** Yanti memijat pelipisnya ringan. Ada banyak kekhawatiran yang akhir-akhir ini mengganjal pada hatinya. Foto-foto sang suami dengan beberapa perempuan terus dikirimkan oleh Ilyana. Namun, anehnya Ismoyo tetap memperlakukan perempuan itu dengan manis.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
Selir Adipati

Selir Adipati

Bunga membantunya membersihkan diri dan memolesnya hingga dia kembali menjadi wanita tercantik. “Aku akan segera mengejutkan mereka,” gumam Ayu sambil memegang topeng yang Rose buatkan saat itu untuk menutupi wajah buruknya. *** “Ah, ah … ah.” Adipati meluapkan hasratnya dengan selir level atas pilihannya. Dia memilih selir yang baru hadir dan masih suci. Adipati semakin kejam dan bahkan tidak peduli gadis itu mengeluarkan air matanya saat dia terus memasukkan miliknya dengan kasar. Adipati selalu saja melakukannya dengan memandang punggung selir itu tanpa melihat wajahnya. Bahkan, ranjang Adipati masih saja rapi.
9.9401.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.1K kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Tampilkan Ulasan (152)
Baca
+Pustaka
Natasha Amelia
Cerita beda banget Ama Turki. aku udah baca sampai tamat dan beda. Di sini tokohutama gak Ama Adipati saja alias Ama jenderal juga. Akhir juga beda. Alur beda. budayakan membaca sampai tamat baru memberi komen. Semangat author. Cerita yang indah dan sipp. IM your fans
Meow Miu
Lumayan mahal juga buat unlock semua chapternya. Alur ceritanya menarik, tapi banyak part yang disturbing bgt dimana ketika jelas2 laki2nya redflag, tapi Ayu masih "bergetar" seolah2 jatuh cinta. Dan itu terjadi berulang kali, padahal berkali2 diperlakukan kasar, direndahkan bahkan dilecehkan.
Baca Semua Ulasan
Bermain Api Dengan Nyonya

Bermain Api Dengan Nyonya

Di sampingnya, Dira Andriani bermanuver laksana bayangan malam berbabu vanilla, sepasang belati peraknya bergerak secepat kilat—papas-tusuk—bukan mengincar dada Bramantyo, melainkan memotong kabel serat optik induk yang menghubungkan zirah Bramantyo ke menara pemancar satelit di atas landasan hidrolik. BZZZZTTT ! Percikan api kuning menyembur gila. Sambungan nirkabel ke puluhan klon zirah di sekeliling bukit mendadak mengalami distorsi. Di saat yang sama, aku melompat tinggi, bukan untuk menghujam dada Mery dengan pisau perakku, melainkan meluncurkan tusukan dua jari bertenaga dalam murni tepat ke arah dahi Bramantyo Waluyo yang terbuka akibat kerusakan zirah.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Lain

Cinta Yang Lain

Rumah kediaman Pratama sore itu disulap menjadi taman surgawi mini. Ratusan bunga lili putih dan mawar pastel menghiasi setiap sudut, memberikan aroma harum yang menenangkan. Acara tasyakuran 40 hari kelahiran Aydan Putra Pratama bukan sekadar perayaan syukur, tapi juga momentum "gencatan senjata" bagi dua pria yang selama seminggu terakhir ini terus bersaing memperebutkan gelar pria paling perhatian di rumah itu.
10713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

Didominasi warna putih bersih, lalu di setiap sudut dipajang beberapa lukisan yang bernuansa kopi. "Terserah Mama saja," jawab Rinai singkat. Mendengar jawaban Rinai, Irene meraih daftar menu yang diletakkan di atas meja. Dua buah ' hot americano coffee' menjadi pilihannya. Dia juga menawarkan mantan menantunya itu 'dessert' tetapi ditolak oleh Rinai.
819.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 672 kali sebagai lilin dan api by mentariawanbulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status