Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya
Ia menyerang bibir Btari dengan brutal, sebuah ciuman yang tidak mengandung kelembutan, melainkan klaim kepemilikan yang tak terbantahkan.
"Aakhh... Lepas, brengsek!" desis Btari di sela-sela pergulatan mereka. Suaranya pecah, antara amarah dan desahan napas yang tersengal.
Bibirnya sudah terasa panas dan berdenyut, habis dikoyak oleh tuntutan Ararya sejak beberapa menit yang lalu. Rasa asin samar dari darah yang sedikit merembes justru seolah menjadi bensin bagi kegelapan dalam diri Ararya. Setiap kali Ararya mencoba mengunci bibirnya kembali, Btari memalingkan wajah dengan sisa tenaganya, membuat napas panas Ararya hanya mendarat di ceruk lehernya.
Hot Chapters