Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyiksaan Cinta

Penyiksaan Cinta

Ketika aku melahirkan, aku tidak bisa dibius karena alergi terhadap anestesi. Karena itu aku harus menahan rasa sakit saat pisau bedah membelah kulit dan dagingku lapis demi lapis. Suamiku, Surya Ciptadi menangis sambil berkata kepadaku, "Sayang, nggak masalah anak laki-laki atau perempuan, kita nggak akan punya anak lagi. Aku hanya butuh kamu .…" Namun kemudian, dia berselingkuh dan membiarkan wanita itu melahirkan anak laki-lakinya. Dia bahkan membiarkan wanita itu menganiaya putriku, yang dengan susah payah aku lahirkan. Sementara itu, aku menyembunyikan fakta bahwa Surya terkena kanker. Kamu menganiaya putriku, maka aku tidak akan segan-segan mengambil nyawamu. Adil, bukan?
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai punishment film
Baca
+Pustaka
Crime Revenge

Crime Revenge

“Dua pistol di kedua tanganku ini bisa memberikan rasa efek yang berbeda jika sudah menembus kepala kalian. Double-Action Revolver ini akan memberikan rasa sakit yang teramat sangat dan kesakitan itu juga yang akan mengantarkan kalian hingga menjumpai kematian. Sedangkan Desert Eagle ini mungkin tidak akan memberikan rasa sakit, namun kalian bisa langsung menjumpai kematian yang sudah menunggu karena senjata ini begitu menghancurkan. Jadi karena aku ini baik hati, aku akan memberikan kalian pilihan ingin menggunakan pistol yang mana. Dimulai darimu kakak-ku tersayang.” Bersamaan dengan Megan yang dengan kasar menarik lakban yang menutupi mulut Gio, pria itu berteriak kesakitan sekaligus mene
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai punishment film
Baca
+Pustaka
PENJARA HATI MAFIA

PENJARA HATI MAFIA

Rin mencoba menguatkan diri melihat video sampai habis, meskipun video itu hanya berisi penganiayaan yang diterima oleh Ren. "Tidak perlu dilihat lagi!" cetus Ron sembari menyingkirkan ponsel itu dari pandangan mata Rin. "Tidak apa-apa. Aku masih bisa menguasai diriku," tukas Rin dengan suara lesu. "Tidak apa-apa apanya? Wajahmu sudah pucat!" omel Ron geram.
106.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai punishment film
Baca
+Pustaka
Memori Yang Menghukum

Memori Yang Menghukum

Ia berjalan melewati pria itu dengan kepala tertunduk, sementara Bagas mengikutinya. Leo hanya berdiri di tempatnya, menyaksikan Sandra pergi bersama pria yang membuatnya merasa tersingkir. Hatinya semakin dipenuhi kemarahan dan penyesalan. Setelah pintu kafe menutup di belakang Sandra dan Bagas, Leo merasa dunianya runtuh. Ia menyentuh pipinya yang masih terasa panas akibat tamparan Sandra, lalu jatuh terduduk di lantai. "Apa yang sudah kulakukan..." gumam Leo pelan, air matanya mulai mengalir tanpa bisa ia kendalikan. Ia menyesali kata-kata kasarnya, tuduhannya, dan caranya memperlakukan Sandra.
741 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai punishment film
Baca
+Pustaka
Anda juga akan menyukai
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status