Kalau Cinta, Pasti Sayang
"Dulu ayahku yang memaksamu menikahiku. Selama menikah bertahun-tahun denganku, kamu pasti menderita. Bukankah kamu belum bisa melupakan cinta pertamamu? Mulai sekarang, kamu bisa bersamanya lagi."
Aku menyerahkan surat cerai padanya. Sebelum Erino merespons, aku berjinjit dan mencium bibirnya.
Tidak lama kemudian, Erino mendorongku hingga jatuh.
Kali ini, aku merasa sakit saat tubuhku menghantam lantai.
Erino hanya mengernyit, tetapi tidak membantuku berdiri.
Lenganku sakit, tetapi kutahan rasa sakit ini. Aku berkata sambil memejamkan mata, "Rumah tangga kita sudah gagal, sepertinya kita nggak cocok menjadi suami dan istri."
Bab Populer