Sentuhan Panas Ayah Tiri
Ia tak mendengar apa pun dari percakapan barusan.
“Iya, sayang… kamu anak kami satu-satunya,” ucap wanita itu lembut sambil menggenggam tangan Raisa. “Kamu ada di sini karena mengalami kecelakaan. Kata dokter, kamu menderita amnesia sementara. Jadi jangan memaksakan diri untuk mengingat, ya? Semuanya akan kembali perlahan.”
Raisa terdiam, pandangannya menerawang. Ia berusaha keras mengingat sesuatu apa pun tentang masa lalunya. Namun semakin ia mencoba, kepalanya terasa berdenyut hebat.