Hari-hari Dimanjakan Paman
Eko memotong kata-katanya tanpa ampun, lalu berkata dengan sinis, "Menurutku, suaramu sangat bagus ketika kamu berpura-pura bernyanyi di panggung tadi! Kamu benar-benar mengira aku sudah tua jadi bisa dibohongi? Apa aku nggak bisa membedakan suara orang yang naik ke panggung dengan suaramu?"
Mata Kalana memerah. Dia tampak sedih seolah-olah dia akan menangis. "Bukan! Kakek ... suaraku serak jadi terdengar berbeda dengan yang tadi .... Aku nggak berbohong! Benar-benar aku yang ...."
Eko mengerutkan keningnya, lalu berkata dengan serius, "Hngh! Sekarang setelah semuanya terbongkar, kamu masih berani nggak mengakui kesalahanmu!"
ตอนยอดนิยม