Melawan Suami dan Mertua
Tawa renyahnya mengakhiri kalimat yang dia tujukan kepada sang papa.
“Iya, jelas, dong! Buat apa hidup ini dibikin tegang. Kalau bisa santuy, ngapain pusing-pusing!” Pak Rahmat ikut tertawa. Sejurus kemudian, lelaki paruh baya itu menyalakan MP3 player mobil yang langsung memutar sebuah tembang kenangan hits. Aku sampai tahu dengan liriknya yang memang sangat familiar.
Mas Tama, Papa, dan Mama, kompak bernyanyi. Mama sampai mengetatkan rangkulannya kepadaku dan mengajak untuk berdendang bersama.
ตอนยอดนิยม