Pacarku Si Ketua OSIS
Aku menggigit bibir, berusaha menahan isakanku.
“Papa, aku dan Mama ada di sini,” kataku dengan suara serak.
“Papa harus kuat, oke? Kami butuh Papa.”
Mama berdiri di sebelahku, matanya penuh air mata. Dia mencoba tersenyum pada Papa, meskipun aku tahu hatinya hancur berkeping-keping.
“Kami di sini, Pa... bertahanlah, demi kami.”
Aku tidak tahu apakah Papa bisa mendengar kami.