I'm the Director
“Hampa bergelayut, mengempas cinta, berubah benci. Cahaya sirna, menggelap, meruntuhkan air mata. Gumpalan awan hitam melesat, memekat semesta, sirna asa. Emosi berkecamuk, menelungkup seluruh sukma. Ketika asa tak lagi berpihak, kau datang sebagai satu-satunya keindahan yang dapat kulihat, membias, menetap di netra. Senyum dan sedihmu mampu menggetarkan hati. Wajahmu yang sendu merampas benci dalam diri, mengubahnya menjadi harap yang disemogakan semesta. Kau tikam aku dengan cinta, aku balas kau dengan pekik jerit. Kau tak runtuh, tak roboh, tak bersimpuh, bahkan tak sirna. Aku roboh, kau ajak bangkit, meminjamkan tangan, merangkul lemah yang menyelimuti. Bidadari, kau Laras yang senantia
Bab Populer