Jangan Baca Novel Ini!
Aku mengambilnya, menarik napas panjang, dan menatap materai sepuluh ribu yang sudah tertempel manis di sana.
Dengan mengucap doa supaya mulutku bisa dijaga rapat-rapat, aku menggoreskan tanda tanganku di atas kertas itu. Tanda tangan yang resmi mengikatku dengan dosen paling berbahaya sekaligus paling menggiurkan di kampus ini.
"Sudah, Pak," ujarku sambil menyerahkan map itu kembali.