Mau Lagi, Nyonya?
Tangannya yang memegang ponsel bergetar bukan lagi karena sisa ketakutan dari pekuburan, melainkan karena rasa frustrasi yang mendidih.
Layar ponselnya menyala, menampilkan pesan terakhir yang ia kirim kepada Lyra.
“Diam! Katakan, apa sebenarnya maumu?”
Setitik demi setitik air hujan menetes dari ujung atap seng di atasnya, mengenai pundak Rio, namun ia tidak peduli. Matanya terpaku pada status obrolan di layar. Sementara di lain tempat, Lyra sedang mengetik balasan di seberang sana. Setiap detik terasa berjalan seperti siksaan lambat bagi ego Rio yang terluka. Di dalam apartemennya yang mewah dan hangat, Lyra sengaja menjeda jemarinya. Ia menikmati sensasi memegang kendali penuh atas nas
Hot Chapters