Terjerat Gairah Pembantu Cantik
“Iya... aku takut ini sesuatu yang penting, tapi aku malah lupa. Seolah-olah ada bagian dari hidupku yang pernah kejadian, tapi aku gak bisa inget dengan jelas.”
Dewa menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap langit-langit kafe sebentar sebelum kembali menatap Nilam. “Mungkin itu emang kejadian yang pernah ada di masa lalu, tapi kamu gak perlu mikirin itu sampai stres, Nilam. Kadang otak kita suka ngehapus hal-hal yang dianggap gak penting kan?"
“Tapi gimana kalau itu penting, De?” Nada suara Nilam terdengar putus asa. “Gimana kalau aku kehilangan sesuatu yang seharusnya aku inget?”