Surga yang Telah Retak
Menit berikutnya, dua orang berbeda generasi itu mengambil wudu, membacakan surat Yasin dan surat Ar-Ra’d di sebelah Mas Abi, juga mengirimkan fatihah untuk dia, ditutup dengan panjatan doa, meminta supaya Allah segera mengangkat penyakit yang tengah diderita oleh Mas Abi.
“Bi, kalau kamu masih kuat, tolong bertahan demi anak-anak. Tetapi kalau sekiranya waktu kamu di dunia ini sudah habis dan kamu hendak pergi, insya Allah kami semua sudah ikhlas melepas, dan kami juga sudah memaafkan kesalahan kamu,” bisik Mas Rendi di telinga kanan Mas Abi.
Lagi, air mata lolos begitu saja membasahi pipi ini. Rasanya ada yang berkedut nyeri di dalam sanubari jika membayangkan kepergian Mas Abi.
Bab Populer