Bukan Aku Tak Setia
Semilir angin berhembus menyentuh wajah Kim, seakan sambutan dari pemilik raga, yang terpendam di bawah sana sekian lama.
"Assalamu'alaikum, Sayang," sapa Kim mengusap nama dalam nisan itu penuh haru, matanya mulai memanas, desakan air asin memaksa untuk meminta jalan keluar. "Maaf aku baru bisa berkunjung lagi, tanpa aku bilang pun, kamu pasti tahu apa yang terjadi padaku, Sayang. Bukan aku melupakan kamu, hanya memang aku tak bisa memperjuangkan kebahagiaan hidupku. Namun aku yakin, di sana … kamu bahagia, Sayang. Tak merasakan sakit kejamnya dunia, seperti yang aku alami. "
Sikat na Kabanata