Luka Seorang Istri
“Ibu ini Ibu kamu Lang, Ibu juga enggak akan hidup selamanya, seumur hidup enggak pernah ada yang peduli sama Ibu hiks hiks hidup Ibu enggak pernah senang, Ibu baru senang pas kamu sudah besar tapi setelah kamu menikah, kamu juga berubah kamu sudah enggak peduli sama Ibu.”
“Astaghfirrullah, Bu, Dilra itu sakit, kelihatannya saja baik-baik saja, dia sakit karena siapa? Karena kita, karena perlakuan Ibu dan aku, dia harus kehilangan anak-anaknya dua kali, apa Ibu enggak pernah merasa bersalah sama sekali? Aku menegur, buat kebaikan Ibu juga, aku enggak mau Ibu terus-terusan menyakiti orang lain.”