AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN
Untuk menetralkan debaran di dada, aku menyuapi makan untuk Ica.
Mungkin hal demikian wajar saja bagi orang asing. Namun, lain dengan orang Jawa asli. Apalagi hidup di kampung. Jangankan sembilan bulan, satu tahun saja sudah pasti banyak digunjingkan. Dibicarakan yang bukan-bukan. Aku tahu sendiri hal ini, saat tetangga kampung sebelah. Rumahnya cukup jauh, tetapi kabarnya beredar saat aku berbelanja di warung Mbak Tatik.
"Udah g*tel mungkin itu si Siti, nggak tahan banget. Lakinya belum lama meninggal, udah nikah lagi," demikian tanggapan miring yang kudengar dari orang-orang.