LUKA
"Maaf, maafkan Ayah sayang. Maaf tidak dapat berada terlalu lama disisimu. Kamu tahu, Ayah sangat mencintaimu lebih dari apa pun. Ayah tidak dapat pergi sebelum kamu bahagia hanya saja, Ayah merindukan Ibumu. Maaf, maafkan Ayah yang bodoh dan pembohong ini ... berbahagialah Ayah mencintaimu."
Nara semakin terisak, ia memeluk erat tubuh itu tangisnya pecah kala tak merasakan elusan di kepalanya lagi. Ia bukan gadis bodoh, sejak sang Ayah membuka mata dan bercerita mengenai Ibunya Nara tahu waktunya bersama sang Ayah tidak lama lagi. Ia hanya diam tidak dapat melakukan apa pun yang ia bisa hanya mendengarkan setiap celoteh Ayahnya.
Bab Populer