Istri Kecilku
Diana berjalan membelah kerumunan mahasiswa baru dengan kepala tegak, membuat beberapa kating yang biasanya bersikap intimidatif justru memberikan jalan secara tidak sadar.
Aula besar itu terasa pengap oleh ekspektasi. Di depan, sebuah meja panjang diisi oleh lima senior paling ditakuti, termasuk Bagas dan Rendy. Bagas duduk di tengah dengan tangan bersedekap, wajahnya datar, siap mencari celah sekecil apa pun dari presentasi mahasiswa baru.
"Gugus Tujuh, maju. Waktu kalian lima belas menit untuk memaparkan solusi masalah sosial perkotaan. Jika lewat satu detik, nilai kalian hangus," ucap Bagas dingin.
Bab Populer