Penyesalan di Ujung Cinta
"Tapi memang benar aku jatuh karena kamu dorong, dan memang benar aku ngalamin pendarahan hebat lalu jadi keguguran."
"Kamu!"
Mikho sampai tidak bisa membalas perkataanku. Setelah terdiam cukup lama, dia kembali bicara, "Wanda, aku rasa kamu berubah. Dulu kamu pasti nggak akan sesulit ini dan nggak akan setega ini."
"Cukup. Manusia itu bisa berubah, Mikho. Kalau kamu saja bisa berubah jadi begitu dingin dan nggak berperasaan, kenapa aku nggak bisa? Jadi manusia itu, angan munafik."