Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Jadilah aku memilih duduk tenang sambil memperhatikan keadaan sekitar. Lima belas menit setelahnya Syailendra masuk lagi ke dalam mobil, satu tangannya membawa bunga... Angelica kalau tidak salah itu namanya. Lalu salah satu tangannya lagi menenteng plastik putih. Dia memberikan bunga itu padaku dan berkata, “Ayok foto, terus upload deh.” Aku memicingkan mata menatapnya, lalu memperhatikan bunga yang Syailendra berikan.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Calon Suami, Diratukan Suami Pengganti

Dicampakkan Calon Suami, Diratukan Suami Pengganti

Ini seperti bunga normal lainnya yang dibeli dari toko bunga. Kecuali sebuah tulisan singkat yang hanya ada tanggal dan bulan sekarang, lalu sedikit ucapan indah yang intinya meminta maaf karena tidak… “Hehe, jangan kuatir, sudah ada detector di pintu pemeriksaan. Kalau bunga itu lolos berarti memang aman.” Tika mengacaukan fokus membacaku yang belum tuntas di kartu ucapan itu. Walau begitu aku tahu, tidak ada nama pengirim di sana.
10314.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.1K kali sebagai talenan lukis bunga simple
Tampilkan Ulasan (49)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
love81
kok AQ dukung Mila milih pisah ya, soalnya kshn dia trus dpt mslh, terakhir anaknya diculik dn gila bnget ancemanya, sbg ibu psti trauma lah, kali aja pisahnya sementara yeee kan thoor semangat thorrr...
Baca Semua Ulasan
Imperfect Partner

Imperfect Partner

Bahkan, mereka sering memberikan teguran bernada lembut jika Hara mulai berlari. “Bu-na,” ucap Hara seraya menunjuk tanaman bunga hias. Meski artikulasinya kurang jelas ketika mengucapkan kata bunga, tapi hal tersebut tidak mengurangi keantusiasannya. “Iya, Sayang. Itu namanya bunga. Bu-nga,” Hans mengoreksi kata yang diucapkan oleh putrinya sekaligus memberinya penekanan. “Namanya bunga Lily,” beri tahunya dengan jelas.
10104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Batin Sedia. “Di, lu pilih sesuka hati lu deh.” Sedia pun memilih sebuket bunga llily, marigold dan tulip kuning yang sangat indah. Kala yang mengetahui hal tersebut segera membayar buket bunga tersebut. Saat mereka bersiap meninggalkan toko bunga tersebut, Sedia yang tidak tahan dengan pikirannya yang selalu menduga-duga memberanikan diri untuk bertanya pada Kala.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Reza kemudian masuk dengan tergesa-gesa dan langsung melihatku terbaring di tengah ruang tamu, dikelilingi oleh bunga-bunga, dan mengenakan gaun ungu kesukaanku. Namun, mataku tertutup dan aku tak dapat melihatnya lagi. Melihat pemandangan itu, aku tak bisa menahan tangis. Aku mendekat dan meraba wajahku, yang sepertinya masih menyimpan bekas air mata. Tiba-tiba, aku melihat Reza berlari ke arahku. Dia bertindak seperti orang yang kehilangan akal, mengangkat semua bunga yang ada di sekelilingku sambil terus mengoceh, "Rania punya asma. Di rumah nggak boleh ada bunga! Dia bisa merasa nggak nyaman karena serbuk sari. Kenapa kalian menaruhnya di tengah bunga seperti ini?"
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

“Aku gak punya permintaan aneh-aneh, Mbak. Aku cuma pengen acaranya sederhana... yang penting keluarga dekat dan orang-orang yang sayang sama kami.” Aku tersenyum lega. “Kalau soal itu, kamu gak usah khawatir. Aku bakal siapin semuanya.” Nadine mengangguk pelan, lalu menambahkan. “Mungkin... aku cuma ingin ada bunga-bunga kecil... aku suka bunga baby's breath. Bunga itu sederhana, tapi bermakna.” Aku mencatat di kepalaku. “Baik, bunga baby's breath... noted.”
9.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

PELUKAN PANAS SANG PRESDIR

“Kamu suka bunga? Disini kebanyakan yang ditanam adalah bunga tulip. Warna-warna bunga tulip memiliki arti, apa kau tahu?” Suara Naina yang lembut hanya direspon diam oleh Rosana. Mereka duduk di tengah hamparan tanaman bunga tulip, bahkan Naina membuat pinknik kecil-kecilan disana. Rosana menatap lurus ke depan, ke arah kelopak-kelopak tulip yang bergoyang pelan ditiup angin. Matanya kosong, tapi ada sedikit kilau yang menyiratkan ia mendengarkan.
8.529.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 682 kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

“Apa dia menginginkan bunga? Kenapa tak bilang, aku bisa petik dari langit. Cantik sekali sayangku yang kedua. Baguslah tak perlu bersusah payah aku menjelaskan padamu.” Sementara itu … “Benar ini bunga calendula. Rasanya pahit, tajam, dan agak sedikit sakit ketika dimakan. Tapi tidak apa-apa, ini demi kebaikannya.” Dira kemudian memetik sampai lima bunga liar berwarna biru yang tumbuh di hutan. Sensasi rasanya nanti bisa membuat orang berbicara lebih lega. Manalah tahu setelah berbicara, tuan tanpa nama itu akan sedikit membaik kejiwaannya. Begitu pikir Dira saking polosnya.
1028.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 864 kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
Istri Sengsara Sang Billionaire

Istri Sengsara Sang Billionaire

ucap Alana seraya tersenyum. “Jika kamu mau, aku akan memberikannya setiap hari,” ucap Arsen. “Ah tidak perlu pak Arsen, itu akan sangat merepotkan,” ucap Alana seraya tersenyum. “Mungkin kamu butuh bunga yang lain?” tanya Ardian. “Bunga yang lain?” tanya Alana terlihat bingung. “Bunga saham? Bunga bank? itu juga merupakan bunga, namun lebih harum aromanya,” ucap Ardian seraya tersenyum.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

tanya Jeslyn mulai luluh. "Aku berani bersumpah. Hanya kamu aja saat ini," jawab Wisnu yang juga mengungkapkan perasaan itu. Dia lalu menyerahkan satu kantung kertas yang kali ini dengan corak bunga mawar warna merah muda. Benda itu dia bawa sejak tadi saat mengejar Jeslyn. "Maaf juga kalau telat. Happy birthday, Jes!"
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai talenan lukis bunga simple
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status