Obsessed
Ufiari lasso cintailah aku sepenuh hatinala liriklirik lara hati lalunakata menunggu seseorang yang dicintai
Ia tetap berangkat sekolah.
Keputusan yang kemudian ia sesali.
Jam kedua pelajaran, pandangannya mulai kabur. Huruf-huruf di papan tulis seperti menari terlalu cepat.
“Lin, kamu pucet banget,” bisik Luna.
“Cuma pusing dikit.”
Luna menyentuh dahinya. “Ini bukan dikit. Kamu panas.”
Sebelum Alina sempat membantah, wali kelas sudah memperhatikan.