Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ZANNA

ZANNA

Kafka melipat lengan nya di dada. Fanna di buat kesal oleh Kafka, Kafka benar benar seenaknya. Padahal Fanna yakin dan tau bahwa Zanna tidak mengambil liontin nya itu. "Kak aku gak ambil liontin kamu.." ucap Zanna pelan, dia menatap Kafka dengan dalam. Matanya yang sayu, bisa melihat seberapa banyak beban dia. Kafka tertawa."Lah? liontin gue ada di tas lo. Itu tas lo kan?" tanya Kafka, dia mendekati Zanna, memberi tatapan yang tak kalah dalam dengan tatapan Zanna.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
LUNA

LUNA

Sungguh mengecewakan! Luna turun dari halte bus dekat rumahnya, jarak rumah dan halte bus hanya butuh waktu lima menit berjalan kaki. Masih dengan perasaan kesal Luna melangkahkan kakinya menuju rumah.Gadis itu sudah bertekad untuk mogok bicara pada Ayahnya selama seminggu. Dengan omelan sepanjang jalan luna berhenti di depan pagar rumah yang terbuka dan menatap ruang lantai dua yang terang dari bawah.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Ikrar Dendam

Ikrar Dendam

Mata Fardan membelalak. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, Fardan benar-benar memahami satu hal. Kapak Hitam tidak pernah memaafkan pengkhianatan. Tidak ada pengecualian. Siapapun yang berkhianat pasti akan mendapatkan resikonya. Raven berdiri sejajar dengan Fardan yang ada di hadapannya. Sayang dia tidak dapat melakukan apapun saat ini. Anak buah Raven terlalu banyak.
10746 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Nadira

Nadira

Tanya itu mengundang tawa dari pasukan Nadira dan pelototan tidak terima oleh kubu lawan. "Mungkin, Dir," jawab Lukas disela kekehannya. Jelas si kubu lawan tidak terima. "Wah kurang aja, lu yang gila, setan!" teriak salah satu cewek dianggota lawan. Nadira yang mendengar itu langsung bertepuk tangan, mengundang kebingungan semua orang. "Keren, lu bisa ngomong?" tanyanya penuh binar bahagia. "Gue kira dari tadi selain si Rinto ini yang lain gagu atau bisu, "sambungnya menujuk Rian.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

jerit Joon dalam hati. ++++ Catatan: [1] Mwo? : Apa? [2] Noona : Kakak perempuan (diucapkan oleh laki-laki yang lebih muda) [3] Mian : Maaf (informal) [4] Jinjja? : Benarkah? [5] Ne : Iya [6] Hyeong : Kakak laki-laki (diucapkan oleh laki-laki yang lebih muda) [7] Oppa: Kakak laki-laki (diucapkan oleh perempuan muda)
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

kataku memulai sms. “Jaga ya, itu mulut, gak pernah sekolah apa? lu gak tau diri banget ya, jadi orang!!!” tulisan smsnya terbaca seperti orang yang marah, bukan, marah sekali. “Mati, dia marah, gimana nih?” tanyaku dalam hati “tapi aku benar kan, emang cuma ada gambar anjing di facebooknya kok” “Sorry ya, bukannya aku bermaksud untuk mengejek pacarmu, tapi foto profilmu yang di f******k gambar anjing kan?” sms ku menjelaskan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

Gadis itu tambah menganga tak percaya– secara langsung ketidakberuntungan berturut-turut dialami. Bahkan saat Calum sudah naik dari sungai dengan pakaian basah kuyup lengkap seekor ikan segar di tangan kiri, Eleanor masih membatu tak terima di tempat. "Kau memang ahlinya hanya di mengambil hewan buruan milik orang, saat berburu sendiri mana bisa. Dasar pencuri– kau yg masak sarapan pagi ini, ya," Nada Calum kali ini entah kenapa terdengar meledek dua kali lipat. Kali ini gadis itu benaran kebakaran jenggot– meski ia tak punya, tak ayal kakinya seketika melayang menendang punggung lebar rogue itu.
899 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Wolfsbane

Wolfsbane

Hanya saja, manusia memang suka merasa lebih tinggi daripada yang lain. Lyla mungkin juga tahu bahwa sebenarnya ada beberapa orang yang diam-diam melempar batu ke kereta kudanya setiap ia lewat di jalan. Tidak semua orang menyukai bangsawan, apalagi bila ada pengaruh dari kelompok separatisme seperti Wolfsbane. Mengingat mereka saja membuat Oscar ingin meludah. Apa mereka pikir mengubah suatu negara semudah itu?
8.94.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status