Broken Flower
suaranya lirih, hampir seperti bisikan.
Dia mengulurkan tangan, jemarinya dengan ragu menyentuh punggung tangan James yang terasa dingin. Sensasi itu membuatnya semakin sadar bahwa ini bukan mimpi buruk—ini nyata. James benar-benar terluka.
Air matanya akhirnya jatuh, mengalir di pipinya. Dia benci melihat James seperti ini.
"Jangan seperti ini… James, bangunlah... Kau tidak boleh menyerah," suaranya bergetar. "Aku takut tanpamu... aku membutuhkanmu… Kami membutuhkanmu."