Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
A bittersweet life

A bittersweet life

"Ahh tapi tidak usahlah, dia pasti sedang bekerja. Kalau begitu aku akan kembali tidur." Naya yang tadinya baru saja bangun, sekarang kembali memejamkan matanya, sambil menahan rasa nyeri datang bulan di awal-awal. Dia memaksakan matanya untuk kembali tidur, agar dia tak merasakan apa pun, sekujur tubuhnya bergetar saat menahan nyeri tersebut. Naya mencoba mengubah posisi tidurnya namun hasilnnya nihil perutnya tetap sakit. Karena mulai tidak tahan Naya akhirnya mengirim pesan ke Nara.
1011.3K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as beautiful pain
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Wanita itu hanya memejamkan matanya, tak berani menatap Lexi. "Lihat aku, perempuan brengsek!!!!" Lexi mengapit wajah Natasha dengan tangan kanannya sangat kencang hingga membuat wanita cantik itu mengerang kesakitan dan menangis. "A--a---ampun Tuan Lexi, sa---saya minta maaf. Sa--saya be--benar minta ma--maaf," ucap Natasha menangis dan memohon ampun.
9.911.7K viewsCompletedAdded to Library 422 Times as beautiful pain
Read
+Library
Beauty Lies in the Eyes

Beauty Lies in the Eyes

ucap Mu Qing Cheng sambil mendekati Wu Yan untuk mematahkan lehernya. Namun, beberapa saat kemudian dia merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Rasa sakit yang luar biasa langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Seolah-olah dia sedang berada dalam jurang kematian. Namun, anehnya dia justru ingin menari dan bernyanyi seolah-olah rasa sakit itu adalah sebuah kebahagiaan. Serbuk bius aneh apa yang sudah diberikan oleh Wu Yan padanya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as beautiful pain
Read
+Library
Beyond the Light

Beyond the Light

Ia merasa seperti diterjang oleh seekor binatang buas. Luka cakaran itu terus dikendalikan dengan telapak tangan Roy—membuat Pilav semakin menderita. Pilav hanya bisa meringkuk sambil merasakan nyeri pada tubuhnya. Sebuah senyuman terukir di wajah Roy. Meski dirinya tidak bisa terlepas dari pohon itu, tetapi ia bisa menikmati kematian Pilav secara perlahan.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as beautiful pain
Read
+Library
The Beauty & The Monster

The Beauty & The Monster

"AKU TAK AKAN MENGAMPUNMU!" Seungmo merasakan rasa sakit yang luar biasa pada bagian perutnya begitu salah satu tangan Moa berhasil merobek permukaan kulitnya. "Entah apa saja yang sudah kau katakan pada Nara yang jelas kau sudah menghancurkan semuanya!!" Moa berteriak tepat di depan wajah Kim Seungmo. Ia seakin mendorong masuk kuku-kuku di tangannya ke dalam, membuat Sungmo terbatu dengan darah yang keluar dari mulutnya.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as beautiful pain
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Pandangannya berkabut saat Emine sudah meloloskan piama atasnya yang kini berbalut bra hitam. “Lupakan kesedihanmu sementara waktu, Can. Aku akan selalu membuatmu tenang dan merasa nyaman. Kupastikan itu semua akan kau dapatkan dan dimulai dari sentuhanku,” bisik Emine melepaskan kait bra, lalu menggantikan kedua tangan Can menangkup dada sintalnya. “Kau perempuan licik, Emine,” bisik Can menggeram, menahan hasratnya saat Emine membantu tangan Can memberikan pijatan pada miliknya.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as beautiful pain
Read
+Library
Here To Hurt You

Here To Hurt You

mata Auris mulai berkaca-kaca sampai Arsen yang mendengarnya merasa sakit. "Sebenarnya sudah tidak aneh lagi mereka mengambil apa yang telah diberikan kepadaku, jadi aku tidak pernah senang dengan apa yang mereka pernah berikan" sambung Auris, Arsen tak tega membiarkan Auris begitu emosional meluapkan kesedihannya. "Apa kau baik-baik saja?" Arsen menatap Auris, gadis itu menggelengkan kepalanya dan terdengar helaan yang begitu menyakitkan.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as beautiful pain
Read
+Library
Impossible Love

Impossible Love

batin Khairana dan seketika itu juga lontaran cahaya terang dari kristal itu berubah menjadi warna pelangi yang sangat cantik melesat kearah arwah jahat itu. "SIALAN!!" teriakan arwah jahat itu menggema membuat yang lain merasa kesakitan dibagian telinga mereka, bahkan Aldo dan Rianti tumbang karena tidak tahan dengan suara yang sangat keras itu. Ethan dan Sunny mencoba untuk bertahan dengan menahan sakit ditelinga mereka hingga mengeluarkan sedikit darah di telinga mereka, tapi sia-sia saja Ethan dan Sunny pun tumbang karena rasa sakit yang sama seperti Aldo dan Rianti.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as beautiful pain
Read
+Library
Bad Love

Bad Love

" Hape Bapak!" Davian tersadar. Menghentikan langkah. Mengapa ia ling-lung begini? Sembari menunggu Tiffany sampai di tempatnya, Davian kembali mengingat makan apa ia hari ini? Mengapa bisa jadi seperti orang mabuk begini? Menggeleng. Tidak ada yang salah dengan makanannya. Yang salah adalah pangkal hidungnya yang tiba-tiba sakit ketika bangun tidur. Ia bersin lagi. Berkali-kali. Membuat kepala Davian semakin pening.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as beautiful pain
Read
+Library
Beauty and The Police : Sweet Revenge

Beauty and The Police : Sweet Revenge

Tak peduli bila dia hanya memakai sebelah sandal usang untuk melindungi kakinya berlari. Hujan seolah menamparnya secara tidak langsung bahwa apa yang dialami bukan sekedar halusinasi. Tangsinya sudah tidak bisa dibendung lagi, bibirnya bergetar namun bukan karena dinginnya air yang turun dari langit, melainkan karena menahan sakit di hati menerima kenyataan pahit yang seakan belum siap dihadapi. Setidaknya hujan sedikit banyak menolongnya, menyembunyikan suara tangis seorang bocah lelaki rapuh yang tergugu di antara suara air yang jatuh, membaurkan air mata yang mengalir bersama air hujan yang mengguyur tanpa henti. Kacamata berembun yang dikenakan sedikit banyak menolong dalam menutupi mat
107.7K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as beautiful pain
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status