Jodoh Takdir yang Ditolak Membawa Pewaris Alpha
Aku duduk kembali di atas tumitku, dadaku naik turun, dan membiarkan kebenaran meresap sepenuhnya.
Aku melakukan ini sendirian. Bukan karena aku berani. Karena aku tidak punya pilihan.
Aku menempelkan dahiku sejenak ke lutut, mata terpejam, membumikan diriku di saat ini. Di bumi yang kokoh di bawahku. Dalam dengungan ikatan yang stabil, tak lagi jauh, tak lagi sunyi.
Sadar.
“Aku memilikimu,” gumamku, tak yakin apakah aku berbicara pada diriku sendiri, serigalaku, atau kehidupan yang akan kubawa ke dunia.
Bab Populer