Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebatas Wanita Penghibur sang CEO

Sebatas Wanita Penghibur sang CEO

" Maaf ya Zahra aku sedikit terlambat soalnya aku kesiangan, Maklum saja kan tadi malam kita begadang Jadi wajar saja kalau aku kesiangan, ditambah lagi kamu nggak ngabarin, Jangan marah ya ucap Rangga meminta maaf kepada Zahra " Tidak apa-apa kok aku mengerti sebenarnya juga aku masih mengantuk sih, tapi mau gimana lagi namanya harus kerja ya kerja, lagian tadi malam kan Pak Rian bilang sudah di hapuskan 15 menit Jadi walaupun aku datang tepat waktu tidak apa-apa, karena Pak Rian sudah datang datang lebih awal, dan semuanya sudah di rubah oleh pak Rian, entah apa yang merasuki Pak Rian, aku merasa dia sedikit beruba," ucap Zahra.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar

“Maaf!” “Apa nggak jelas tuh, nggak dengar, harus dari hati dong yang ikhlas gitu!” ledek Tari. “Hufh ... oke ... saya minta maaf sama kamu, saya tidak bermaksud membuat acara hari ini menjadi terganggu karena ulah saya,” ucapnya dengan lantang. “Maaf Pak Udin, acara Bapak ada sedikit gangguan, tetapi saya pastikan acara ini akan berjalan dengan baik!” jelasnya lagi.
1031.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
SEPERTI YANG KAU MINTA

SEPERTI YANG KAU MINTA

Sungguh, perkataan-perkataan itu adalah kesalahan yang besar bila terucap dari mulutku. Maaf bila dalam perjuanganku aku selalu menganggu ketenangan waktumu, mengirim pesan dengan terburu-buru lalu menunggunya dengan perasaan yang kaku. Sehingga membuatmu membalas pesan-pesan dariku dengan sesingkat yang kau bisa, sedang aku berharap kau menjawabnya dengan ketikan yang paling sempurna, kau balas pesan itu dengan waktu yang lama, sedang aku menunggu jawabmu tanpa keluar dari room percakapan kita. Betapa aku mengaharapkan hal-hal kecil darimu yang mungkin kau anggap begitu tak penting untuk hidupmu.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
JATUH CINTA PADA ISTRIKU YANG DULU KUHINA GENDUT

JATUH CINTA PADA ISTRIKU YANG DULU KUHINA GENDUT

Bahkan, terlihat memucat. “Kalau begitu, saya bersama yang lain pamit untuk pergi. Sekali lagi, kami mohon maaf sudah menganggu waktu Anda di sini dengan obrolan kami. Kami sangat minta maaf untuk semuanya, Pak,” ucapnya lagi, ia tersenyum, tetapi sangat terpaksa. “Iya! Tolong lebih dijaga lagi percakapan kalian. Bisa membuat fitnah dan membuatku marah kalau sampai mendengarnya lagi,” ucapku dengan datar, tetapi penuh penekanan.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
Dan Akhirnya Istriku Diam

Dan Akhirnya Istriku Diam

Ia seperti sedang memburu waktu. "Maaf aku telat, lama menunggu?" ucap Galih ketika ia tiba di tujuan. "Sangat lama, sampai aku bosan. Jangan mengambil waktuku lebih banyak lagi, silakan bicara." "Maaf!" Galih tersenyum. "Ada apa?"
8.8239.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.8K kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
LAVENDER
dsni masih dpet 37 bab, disebelah udah dpet 200 bab lbih, nyampek season 3, tpi emng bagus cerita nya, awal nya iseng baca waktu d sebelah, eh tau2nya kebablas sangking seru nya baca, semangat kakkkk
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Tergoda Rayuan CEO Muda

Tergoda Rayuan CEO Muda

Happy Reading ***** "Maaf." Suara si gadis bergetar. Baru hari pertama, Wening sudah membuat kesalahan. Menggerakkan tangan kirinya sehingga arloji yang dia kenakan terlihat, si gadis tersadar jika memang dia sudah terlambat lima menit. Padahal di parkiran tadi, dia melirik arlojinya masih belum jam masuk kantor.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
Demi Dirinya Kau Meninggalkan Aku?

Demi Dirinya Kau Meninggalkan Aku?

“Ya sudah, terima kasih. Oh nggih, Ustaz, silakan kalau mau istirahat. Maaf mengganggu waktu njenengan. Semoga kita bisa memulai awal yang baru dengan baik.” “Oh, iya, Mas, bener. Sekarang sudah hampir jam satu. Ayok cepetan ke sana! Malah nyerocos aja. Ngapunten nggih, Ning, mengganggu jam istirahat njenengan. Kami permisi dulu. Terima kasih atas kepercayaannya pada Mas Falah.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
Maafkan Aku Salah Membencimu

Maafkan Aku Salah Membencimu

"Sudah, jangan pukul dirimu sendiri. Aku memaafkan mu." "Bohong." "Kenapa aku harus berbohong? Aku tidak pernah berbohong padamu. Jadi jangan menangis lagi, lain kali jika teman-teman mu datang tolong jangan bawa mereka ke apartemen. Ini adalah tempat tinggal kita, kalau Ibu datang secara tiba-tiba seperti kemarin. Mungkin dia akan salah paham seperti diriku, dan masalah ini tidak mungkin berakhir dengan cepat."
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
Maaf Om, Aku Mencintaimu

Maaf Om, Aku Mencintaimu

"Apa kamu sudah baikan?" Zehra mengamati wanita dewasa yang terlihat sangat cantik dengan baju bahkan lipstik mahalnya. "Aku sudah tidak apa-apa, Nyonya." Wanita itu terlihat tersenyum, lalu memberikan handphone milik Zehra. "Ooh syukurlah, aku minta maaf karena tidak melihatmu nyebrang tadi. Ini, sejak tadi handphonemu berdering."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Dia hanya bisa menunduk agar tidak sampai melihat semua itu, “Maaf, Mbak. Mungkin Mbak salah orang.” Dengan posisi masih memunggungi pintu keluar, lift itu pun terbuka. Wanita itu segera merapikan kembali pakaiannya, dan berbalik bersiap keluar lebih dulu, “Bilang pada suamimu, Cahyo. Aku selalu siap menghisap dan memuaskannya setiap waktu meski di ruang kantornya sekali pun.”
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai maaf mengganggu waktumu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status