Kurelakan Surga Untuk Maduku
Kata-kata itu keluar dengan suara yang sedikit bergetar, namun penuh makna.
Hening. Sunyi di kedua sisi telepon. Rahma bisa membayangkan Ridwan di kantornya, terkejut, mencoba memproses informasi yang baru saja ia dengar.
"Halo, Mas? Masih di sana?" Alana bertanya pelan, cemas karena tidak ada jawaban.
Tiba-tiba, terdengar suara Ridwan, kali ini lebih keras, lebih kaget, nyaris tidak percaya. "Ha-hamil? Kamu serius, Sayang? Jangan bercanda!"
Capítulos Populares