Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRI ALIM CEO KEJAM

ISTRI ALIM CEO KEJAM

Dia tampan. "Astaqhfirrullah ..." ucapnya lirih kemudian menunduk kepala. Ibu panti mengatakan -- segala sesuatu yang berhubungan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, hukumnya adalah berdosa. Apalagi memberikan pujian pada pria yang tidak dikenalnya. Perlahan Aisyah membuka mulutnya untuk menyapa -- serba salah karena dirumah itu tidak ada Adam.
9.579.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
Menyesal Usai Talak

Menyesal Usai Talak

" Ustadz Rahman terdiam mematung ketika mendengar jawaban Fahmi. Penggemar berbahaya? "Mana mungkin!" "Itu benar. Coba saja tanya Sultan. Akhirnya apa yang menjadi apa yang ditakdirkan untukku akan kembali padaku," ucap Fahmi girang dan kembali melangkah. Ustadz Rahman semakin bingung. Zia? Mana mungkin wanita itu mengenal Sultan? Bukankah dia faham agama, masa mengejar laki-laki yang bukan mahramnya dan tidak mencintainya?
10133.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
NAFKAH DARI ADIK IPAR

NAFKAH DARI ADIK IPAR

tanya Intan sembari menatap nanar netra suaminya. "Zina? Sudah jelas zina itu perbuatan keji dan di murkai Allah, haram hukumnya dan pelakunya dosa besar," jawab Fathan, jauh dalam hatinya ia bingung mengapa tiba-tiba Intan bertanya tentang hal yang dia sendiri ketahui hukumnya. "Terus? Kalau berpegangan tangan dengan wanita yang bukan mahramnya? Apalagi mesra," tanya Intan lagi sembari membuang pandangannya. Padahal, maksudnya adalah untuk menyindir suaminya.
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

Andhika segera tersadar dari lamunannya yang terpesona dengan Salwa. "Tidak repot kok, Mas!" Salwa kembali ke dapur untuk membuatkan minuman untuk kedua kakaknya dan juga Andhika. Di ruang tamu, Andhika kembali bertanya maksud dari mahram. Kemudian Adam pun menjelaskannya. "Mahram itu, adalah lawan jenis yang halal kamu sentuh, tapi haram untuk kamu nikahi."
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
Kekasih Halalku

Kekasih Halalku

"Hust.. mending puasa kamu tuh yang senin kamis. Kita sebagai wanita itu wajib loh menutup aurat, apa lagi kalau sudah menikah, yang berhak melihat kecantikan tubuh kita ini hanya suami kita, haram hukumnya sehelai rambut kita di lihat oleh pria lain. Apa kamu tidak kasihan sama suamimu, nanti di akhirat Allah meminta pertanggung jawaban atas perbuatanmu selama ini di dunia?" "Masa sih Ra, kan aku yang berbuat, masa dia yang bertanggung jawab" "Astaghfirullah Dina, ini anak ya, waktu pelajaran agama kamu di mana sih" Rara memukul kepala Dina dengan pelan "Hahaha.. aku lupa Ra, maklumlah Ra aku kan gak terlalu suka dengan pelajaran agama dulunya" ucap Dina membela diri
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
Sentuhan Haram Suami Majikan

Sentuhan Haram Suami Majikan

Satu-satunya orang yang bisa dipercaya untuk temani Lita hanyalah Arga. Tidak menunggu lama panggilan pun terhubung dengan Arga. “Kenapa, bro? Mau live malam pertama?” Suara Arga dari seberang sana. “Dengan senang hati aku tonton live malam pertama kamu dan istrimu,” ucap Arga lagi. “Diam dulu. Ini lagi genting banget,” ucap Rajendra. “Kenapa?” tanya Arga. “Ini mengenai Lita, di—”
9.711.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
Karma Perselingkuhan

Karma Perselingkuhan

"Saya tidak habis pikir, di mana pikiran kalian berdua? Kamu, Ahmad! Apa kamu nggak kasihan sama istrimu yang lagi hamil, hah?" Mas Ahmad tampak menunduk, ia tak berani menatap Pak Haji pemilik kontrakan tempat kami tinggal. "Dan kamu Nurma! Sebagai sesama perempuan, apa nggak kasihan sama Mbak Fatimah? Dia sedang hamil, dan kamu mau saja dirayu sama suaminya!" Nurma juga hanya diam menunduk, tak berani menjawab.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
Bidadari Pembawa Luka

Bidadari Pembawa Luka

Pesan terkirim. Zayn menghela napas panjang, dia harus bertanya langsung pada Zayn dan tidak mau menebak-nebaknya lagi. Dia harus menegaskan pada Raka tentang foto-foto Maha. Maha adalah istrinya, dia terganggu jika ada pria lain yang menyimpan foto sang bidadari keduanya itu. *** Amoura Caffe...
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
DILEMA DUA HATI

DILEMA DUA HATI

Gu memberikan kentang tambahan pada putrinya. “Nama calon mempelai prianya siapa, Yah?” tanya Maira daripada berprasangka dan berharap terus. “Kalau tak salah Fahmi disebutkan di telepon. Ketua tim itu, kan? Kau pasti mengenalnya. Mau ikut akhir pekan pergi pesta?” Ali salah menyerap keterangan, maklum saja saat itu ia sedang bermain bersama Zahra jadi fokusnya terbagi antara mendengar celoteh putrinya dan perkataan khalifah.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai mahram kita siapa saja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status