Gairah Liar Pembantu Lugu
Vina menatap mata Valdi, mata yang kini tidak lagi memancarkan gairah membara, melainkan sebuah pengertian yang menakutkan, seolah Valdi bisa melihat langsung ke dalam jiwanya yang compang-camping.
“Aku… aku tidak bisa terus begini, Valdi,” Vina berbisik, suaranya nyaris tak terdengar. “Ini adalah siksaan. I Love you honey, Tapi ini… ini salah. Ini dosa. Kamu… kamu keponakanku.” Rasa mual menusuk perutnya saat kata ‘keponakan’ itu keluar dari bibirnya. Fakta DNA itu adalah racun yang merayap di setiap sendi hidupnya, menggerogoti akal sehatnya, tapi juga menjadi rantai tak kasat mata yang mengikatnya pada pria ini.
Bab Populer