Menjadi Istri Kedua Mantan Mertua
"
Keluarga ini nampak rempong kurasa, tapi aku enggan berkomentar apapun, hanya diam dan mengamati.
Aku tidak ingin merusak hari bahagia Erina, yang juga merupakan hari bahagia Ibu mertua.
Tanggal pernikahan pun di tetapkan, keduanya nampak antusias dalam membahas. Suamiku banyak diam, hanya Ibu yang begitu nampak mendukung kebahagiaan Erina.
Aku bukannya tidak bahagia, hanya merasa ragu, melihat calon Ibu mertua dan para ipar- iparnya. Pengalaman mengajarkanku, tidak mengenal baik mertua sendiri, itu sangatlah mengerikan.
Suami juga nampak tidak bisa berbuat banyak, lagi pula Erina cukup dewasa, untuk mengambil keputusan yang dia yakini baik. Tugas kami hanya merestui, jika di nasehati pun
Bab Populer