Malam Pertama Si Gadis Desa
Gadis itu menatap bingung, ia melirik sang ibu mertua yang tersenyum sambil mengangguk, mengartikan bahwa dia harus menerima kalung itu.
"Anggap ini sebagai hadiah pertama menjadi menantu. Dipakai, ya?" ujar Pak Jaidi.
"Tapi...." Hilma ragu, ia menatap kalung itu yang sudah Pak Jaidi selipkan di tangannya.
"Udah... Ini sudah jadi tradisi di keluarga Ayahmu, kalau ada mantu baru, pasti di kasih hadiah. Terima ya."
Hilma merasa tak enak hati, ia kemudian menyalami mertuanya itu satu per satu. Dan berucap Terima kasih banyak karena sudah sangat baik padanya. Meskipun dia hadir dengan cara yang salah.